Mulai Tahun Depan Depo Sampah Dijaga 24 Jam, Warga Kota Yogya Dilarang Buang Sampah Anorganik

Deretann depo sampah di Jogja tersebut akan dijaga petugas khusus selama 24 jam penuh, supaya potensi pelanggaran sanggup terantisipasi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Kondisi tumpukan sampah di salah satu depo di Kota Yogyakarta saat TPA Piyungan berhenti beroperasi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga Kota Yogyakarta tidak lagi diperkenankan membuang sampah anorganik menuju depo atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS), per 2023 mendatang.

Bahkan, deretann depo sampah tersebut akan dijaga petugas khusus selama 24 jam penuh, supaya potensi pelanggaran sanggup terantisipasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, menyampaikan diperkirakan pada Maret 2023 TPA Piyungan bakal kembali overload dan kesulitan menampung sampah.

Alhasil, pihaknya pun harus melaksanakan upaya nyata untuk mengurangi pembuangan menuju TPA di Kabupaten Bantul itu.

"Jadi, untuk memperpanjang masa operasionalnya (TPA), pengurangan volume sampah bisa dilakukan dengan tidak membuang anorganik ke TPS, yang ujungnya menumpuk di TPA," urainya, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, Pemkot Yogyakarta tak main-main dengan kebijakan tersebut, karena polemik persampahan bakal menemui situasi darurat jika dibiarkan berlarut-larut tanpa ada gerakan konkret.

Praktis, 13 depo sampah yang kini tersedia di Kota Pelajar, mulai tahun depan bakal dijaga ketat oleh personel petugas keamanan.

"Setiap depo nanti dijaga 24 jam oleh Satpol PP, Linmas, serta petugas DLH. Masa percobaannya kita lakukan selama tiga bulan. Progresnya terus dipantau dan dilihat seperti apa nanti," cetus Sugeng.

Dijelaskannya, secara teknis, setiap rumah tangga wajib memilah dan memisahkan sampah organik, anorganik, spesifk serta residu yang tidak dapat diolah lagi.

Khusus anorganik, ke depannya hanya bisa dibawa menuju bank sampah, lantaran penggerobak sudah tak boleh menerima lagi, terkecuali residu anorganik.

"Sebentar lagi bakal diterbitkan SE (Surat Edaran) mengenai kebijakan pengurangan, serta penanganan sampah. Termasuk, larangan pembuangan sampah anorganik ke TPS dan kewajiban setiap KK agar menjadi nasbah bank sampah," tandasnya.

"Sehingga per Januari 2023 sudah tidak ada lagi sampah anorganik di depo dan TPS. Hanya sampah organik, spesifik, atau residu yang tidak masuk dalam item bernilai transaksi," imbuh Kepala DLH.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menyampaikan pihaknya mencanangkan revolusi sampah pada penghujung 2022 ini.

Langkah nyata yang diterapkan ialah menekan pembuangan sampah anorganik menuju TPA Piyungan, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Ia menuturkan, 43 persen pembuangan sampah dari Kota Yogyakarta menuju TPA Piyungan per hari dengan total sekitar 260 ton, adalah sampah anorganik.

Pada 2023 nanti, tandasnya, seluruh sampah anorganik itu tidak akan dialokasikan ke tempat pembuangan akhir, dan dikelola mandiri, dengan beragam upaya.

"Jadi, kami mewajibkan semua komponen melakukan pemilahan. Hukumnya wajib, termasuk perkantoran. Sejak awal harus dipilah," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved