Laporan Aktivitas Merapi dalam Sepekan Terakhir, Luncurkan 5 Kali Guguran Lava Pijar ke Barat Daya

Terkait pertumbuhan kubah lava, teramati tidak adanya perubahan morfologi yang signifikan baik di kubah barat daya dan kubah tengah.

Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Kubah lava Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati meluncurkan 5 kali guguran lava pijar selama sepekan terakhir.

Hal itu merupakan hasil amatan BPPTKG Yogyakarta sepanjang 25 November hingga 1 Desember 2022.

"Pada minggu ini guguran lava pijar teramati sebanyak 5 kali ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.500 m. Suara guguran terdengar satu kali dari Pos Babadan dengan intensitas sedang," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, Minggu (4/12/2022).

Terkait pertumbuhan kubah lava, teramati tidak adanya perubahan morfologi yang signifikan baik di kubah barat daya dan kubah tengah.

Volume kubah barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.616.500 m3, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 m3.

"Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak tunjam sebesar 0,6 cm/hari," katanya.

Lebih lanjut, pada pekan ini kegempaan Gunung Merapi tercatat sebanyak 365 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 48 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 295 kali gempa Fase Banyak (MP), 289 kali gempa Guguran (RF), 26 kali gempa Hembusan (DG), dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi," jelasnya.

Selain itu juga dilaporkan terjadinya hujan dengan intensitas curah hujan sebesar 28 mm/jam selama 85 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 29 November 2022 dan dilaporkan terjadi penambahan aliran di Kali Gendol dan Kali Kuning.

Menimbang hasil pengamatan itu, disimpulkan aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif sehingga status aktivitas yang ditetapkan masih Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved