Berita Otomotif Terkini
Restorasi Ford Super Deluxe 1948 : Bermula dari Hobi, Jadi Ladang Rezeki
Ford Super Deluxe lansiran 1948 ini kerap kali kebanjiran permintaan sewa mobil untuk berbagai keperluan, mulai dari wedding, photoshoot atau shooting
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
Kondisinya belum seperti sekarang, masih bahan tanpa kap mesin serta dashboard.
Bukan tanpa alasan Fahrell sangat mengimpikan memiliki mobil tersebut.
Sebab mobil serupa, tipe Ford Deluxe 8 bernomor polisi BN-10 berkelir hitam merupakan tunggangan Bapak Proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Bung Karno, selama diasingkan di Pulau Bangka periode 1948-1949.
Ketika itu, Belanda berhasil menguasai Kota Yogyakarta, Ibu Kota Indonesia saat itu, pada Agresi Militer II.
Lantas, Bung Karno dibawa oleh pihak Belanda ke Pesanggrahan Menumbing.
Mobil dengan plat BN 10 yang dipakai Bung Karno pun sampai sekarang masih ada dan menjadi salah satu benda bersejarah yang dipajang di sana.
"Selama proses restorasi, saya berpindah-pindah bengkel hingga tiga kali. Dari uangnya sempat dibawa kabur, dibohongi, dan semacamnya. Akhirnya setelah digarap 3 tahun, sebelum lebaran 2022 lalu akhirnya proses restorasi pun jadi," kata pria yang beberapa waktu lalu menunggangi mobil koleksinya dari Lampung menuju Yogyakarta untuk mengikuti event mobil klasik kustom Amerika, Hot Rod Weekend Party 2022.
Di antara kendala yang dihadapi dalam proses restorasi Ford Super Deluxe berkelir biru muda ini ialah melengkapi pernak-perniknya, mulai dari grill depan, bumper depan-belakang.
"Pernak-pernik kelengkapan mobil ada yang harus didatangkan dari luar negeri, ada juga yang handmade buatan lokal seperti handle pintu. Kalau grill saya dapatkan dari luar (negeri-red)," ujar dia.
"Sedangkan untuk body, semuanya original. Kap mesin saya beli orisinil, kebetulan sekali di Jogja ada yang jual. Kap mesin saya dapatkan seharga Rp 4,5 juta, wajar saja karena carinya pun kini sudah susah," lanjutnya.
"Mesin sudah diganti, menggunakan mesin yang lebih muda dengan kapasitas 2000 cc. Jadi lebih enak saat dikendarai," tambahnya.
Bagian interior tak luput dari sentuhan restorasi, sebab Fahrell ingin kesan klasik mobil ini tetap terlihat.
"Biaya bangun mobil ini sekitar Rp 300-an juta. Beberapa kali sempat ditawar, tapi sejauh ini belum ada niatan untuk melepas karena belum ada penggantinya. Kalau ditanya, ke depan saya ingin sekali memiliki Chevrolet "Lele" Suburban," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Restorasi-Ford-Super-Deluxe-1948-Bermula-dari-Hobi-Jadi-Ladang-Rezeki.jpg)