Berita Otomotif Terkini
Restorasi Ford Super Deluxe 1948 : Bermula dari Hobi, Jadi Ladang Rezeki
Ford Super Deluxe lansiran 1948 ini kerap kali kebanjiran permintaan sewa mobil untuk berbagai keperluan, mulai dari wedding, photoshoot atau shooting
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Mobil termasuk aset yang bisa dikategorikan sebagai instrumen investasi.
Meskipun tidak semua lantaran ada faktor depresiasi yang membayangi, namun tak bisa dimungkiri bahwa kendaraan roda empat tertentu yang sangat terbatas populasinya bisa memiliki harga jual yang relatif stabil, meningkat nilainya, bahkan bisa mendatangkan margin keuntungan.
Tengok saja, Fahrell Fahreza, pria asal Lampung yang menjadikan mobil klasik Amerika koleksinya menjadi ladang meraup pundi-pundi rezeki.
Fahrell yang memiliki sejumlah koleksi di antaranya pikap Chevrolet C10 dan Ford Super Deluxe lansiran 1948, kerap kali kebanjiran permintaan sewa mobil untuk berbagai keperluan, mulai dari wedding, photoshoot, atau shooting.
Melalui akun Instagram @sewa_mobilclassic, Fahrell memulai usaha persewaan mobil klasik yang dirintis sejak tahun 2018.
Baca juga: Harga Mobil Bekas Ford Fiesta, Ranger, Everest, Escape di Bawah Rp100 Juta, Cek di Sini
"Pada tahun 2018, terbesit ide ini (persewaan mobil klasik), saat mobil harus keluar-masuk bengkel karena butuh perbaikan. Lalu terpikir bagaimana caranya agar mobil-mobil ini tidak hanya menghabiskan biaya untuk perbaikan, tapi juga menghasilkan. Sejak itu, saya mulai promosikan kepada teman-teman, ternyata sambutannya positif," kata Fahrell kepada Gaspol 52 Tribun Jogja beberapa waktu lalu.
Diungkapkan Fahrell, biaya yang ia patok untuk sewa mobil klasik miliknya bervariasi, berkisar dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.
"Biaya sewa untuk wedding Rp 2,5 juta, itu penggunaannya dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Sedangkan biaya per enam jam, itu Rp 1,5 juta," terang Fahrell.
"Biayanya bervariasi, tergantung pada kebutuhannya. Sebab ada juga yang sewa mobil hanya untuk di-display (dipajang-red)," terangnya.
Dirunut ke belakang, Fahrell bercerita bahwa kegemarannya terhadap mobil klasik Amerika bermula saat ia menyaksikan film besutan sutradara Rob Cohen, yakni Fast and Furious.
Dirilis pertama kali pada 2001 silam, film ini menampilkan aksi Paul Walker dan Vin Diesel dalam sebuah balapan mobil.
"Bermula dari situ, saya akhirnya mulai mengoleksi mobil klasik Amerika pertama saya yakni pikap Chevrolet C10," ujar Fahrell.
Baca juga: Restorasi Honda Civic Genio, Jadi Baru Kembali
Butuh Proses Panjang, Biaya dan Kesabaran
Satu di antara mobil koleksi Fahrell yang mencuri perhatian ialah Ford Super Deluxe lansiran 1948, yang sudah direstorasi total bukan hanya bagian body namun juga mesin dan interior.
Fahrell menceritakan, mobil yang sejak dulu ia idam-idamkan baru didapat pada 2019 lalu.
Kondisinya belum seperti sekarang, masih bahan tanpa kap mesin serta dashboard.
Bukan tanpa alasan Fahrell sangat mengimpikan memiliki mobil tersebut.
Sebab mobil serupa, tipe Ford Deluxe 8 bernomor polisi BN-10 berkelir hitam merupakan tunggangan Bapak Proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Bung Karno, selama diasingkan di Pulau Bangka periode 1948-1949.
Ketika itu, Belanda berhasil menguasai Kota Yogyakarta, Ibu Kota Indonesia saat itu, pada Agresi Militer II.
Lantas, Bung Karno dibawa oleh pihak Belanda ke Pesanggrahan Menumbing.
Mobil dengan plat BN 10 yang dipakai Bung Karno pun sampai sekarang masih ada dan menjadi salah satu benda bersejarah yang dipajang di sana.
"Selama proses restorasi, saya berpindah-pindah bengkel hingga tiga kali. Dari uangnya sempat dibawa kabur, dibohongi, dan semacamnya. Akhirnya setelah digarap 3 tahun, sebelum lebaran 2022 lalu akhirnya proses restorasi pun jadi," kata pria yang beberapa waktu lalu menunggangi mobil koleksinya dari Lampung menuju Yogyakarta untuk mengikuti event mobil klasik kustom Amerika, Hot Rod Weekend Party 2022.
Di antara kendala yang dihadapi dalam proses restorasi Ford Super Deluxe berkelir biru muda ini ialah melengkapi pernak-perniknya, mulai dari grill depan, bumper depan-belakang.
"Pernak-pernik kelengkapan mobil ada yang harus didatangkan dari luar negeri, ada juga yang handmade buatan lokal seperti handle pintu. Kalau grill saya dapatkan dari luar (negeri-red)," ujar dia.
"Sedangkan untuk body, semuanya original. Kap mesin saya beli orisinil, kebetulan sekali di Jogja ada yang jual. Kap mesin saya dapatkan seharga Rp 4,5 juta, wajar saja karena carinya pun kini sudah susah," lanjutnya.
"Mesin sudah diganti, menggunakan mesin yang lebih muda dengan kapasitas 2000 cc. Jadi lebih enak saat dikendarai," tambahnya.
Bagian interior tak luput dari sentuhan restorasi, sebab Fahrell ingin kesan klasik mobil ini tetap terlihat.
"Biaya bangun mobil ini sekitar Rp 300-an juta. Beberapa kali sempat ditawar, tapi sejauh ini belum ada niatan untuk melepas karena belum ada penggantinya. Kalau ditanya, ke depan saya ingin sekali memiliki Chevrolet "Lele" Suburban," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Restorasi-Ford-Super-Deluxe-1948-Bermula-dari-Hobi-Jadi-Ladang-Rezeki.jpg)