Upah Minimum

Tuntut Kenaikan Upah Layak, Buruh Ancam Gelar Unjukrasa Tujuh Hari dan Mogok Nasional

Sementara untuk aksi mogok nasional, KSPI memastikan akan digelar bulan Desember ini.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL
Suasana saat unsur buruh menggelar unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2022) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan menggelar aksi unjukrasa selama tujuh hari berturut-turut dan mogok nasional untuk menuntut kenaikan upah.

Aksi unjukrasa ini akan digelar mulai 1-7 Desember mendatang.

Sementara untuk aksi mogok nasional, KSPI memastikan akan digelar bulan Desember ini.

Rencana aksi unjukrasa selama tujuh hari berturut-turut ini disampaikan saat para buruh menggelar aksi unjukrasa di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (2/12/2022) siang.

"Jadi, hari ini kawan-kawan, sesuai arahan dari KSPI, bahwa perwakilan daerah di seluruh nasional mengadakan dan menyuarakan aksi bersama mulai 1 Desember sampai 7 Desember (2023)," ucap orator dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Sang orator pun mengajak pra buruh dari daerah untuk ikut ambil bagian dalam aksi unjukrasa menuntut kenaikan upah tersebut.

"Pada akhirnya nanti, kami akan melakukan mogok nasional di bulan Desember," tegas orator.

Peserta aksi unjukrasa di Balai Kota DKI Jakarta tiba sekitar pukul 10.40 WIB.

Mereka terdiri dari berbagai organisasi serikat pekerja.

Baca juga: Pengusaha yang Tak Patuh Ketentuan Upah Minimum Terancam Sanksi Pencabutan Izin Usaha

Para buruh datang dari sisi timur Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor sambil membentangkan bendera dan atribut dari masing-masing organisasi.

Salah satu orator yang berada di mobil komando mengaku merasa keberatan dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2023 yang naik 5,6 persen atau setara Rp 4,9 juta.

Hal ini tercantum dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1153 Tahun 2022.

"Ternyata Kepgub DKI hanya naik 5,6 persen. Ini sangat mencederai, angka 5,6 persen tidak pernah terbayang di pikiran kita," kata orator.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved