Pemerintah Indonesia Gencarkan Edukasi Manfaat Motor Listrik bagi Masyarakat 

Penerapan program kendaraan listrik itu untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan mengedepankan energi non fosil.

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Koordinator Substansi Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Slamet, sedang memaparkan manfaat motor listrik bagi masyarakat di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (29/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM,  SLEMAN - Pemerintah Indonesia terus menggencarkan penerapan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program kendaraan Listrik Berbasis Baterai Transportasi Jalan.

Subkoordinator Bimbingan Teknis Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Sudarmawan, menuturkan, penerapan program kendaraan listrik itu untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan mengedepankan energi non fosil.

"Kami dari Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan juga dan tentunya dari Mabes Polri. Sekarang tugas kami bagaimana untuk mengajak  masyarakat agar bisa beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik ," terangnya saat memberikan sambutan pembukaan Sosialisasi Konversi Motor Bahan Bakar Minyak ( BBM ) ke Motor Listrik, di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (29/11/2022).

Akan tetapi, pihaknya menilai, ke depan masih harus melakukan inovasi lebih banyak lagi agar harga konversi konversi motor BBM ke motor listrik lebih dapat dijangkau oleh masyarakat luas, serta kendaraan tersebut bisa menjadi investasi jangka panjang.

Baca juga: Dukung Pengunaan Mobil Listrik, Pemkab Klaten Tunggu Petunjuk Pusat

Oleh karena itu, pihaknya akan terus menggalakkan sosialisasi motor listrik, agar masyarakat luas dapat mengetahuinya dengan baik.

Pada saat yang bersamaan, pihaknya turut menggelar pameran motor listrik di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta sebagai bagian sosialisasi untuk masyarakat Yogyakarta.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Survei dan Pengujian  Ketenagalistrikan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE), Dinar Maharani, menyampaikan, konversi motor BBM ke motor listrik jadi satu di antara tugas pokok dan fungsi mereka.

"Untuk track record melakukan konversi sudah kami mulai sejak 2020. Kami melakukan beberapa kegiatan uji coba prototipe konversi," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Substansi Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Slamet, menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  jumlah kendaraan kendaraan mengalami peningkatan.

Pertumbuhan rata-rata selama 2013-2021 mencapai 4,1 persen setiap tahunnya.

"Pada 2021, total jumlah kendaraan bermotor mencapai 143.797.227 unit dengan rincian 121.209.304 unit kendaraan roda dua dan 22.587.923 kendaraan roda empat meliputi mobil penumpang, Bus dan mobil barang," katanya.

Sementara itu, lanjutnya dari data BPS, hasil survei jumlah sepeda motor mencapai kurang lebih 115,2 juta pada akhir 2020  dengan populasi roda dua atau sepeda motor terbesar 56 persen di Jawa.

Melalui hal tersebut, pihaknya pun memiliki Target Grand Strategy Energi Nasional (GSEN) Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua sebanyak 11 juta pada 2025 atau 13 juta pada 2030.

Ia pun menjelaskan manfaat, penggunaan kendaraan sepeda motor listrik.

Baca juga: SMKN 1 Nglipar Gunungkidul Kembangkan Sepeda Listrik, Mampu Tempuh Jarak Hingga 40 Km

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved