Berita Sleman Hari Ini

Kesbangpol Sleman : Pengawasan Orang Asing Terkendala Akurasi Data 

Melalui FGD, diharapkan ada persamaan persepsi, sinergitas dalam mengakses data untuk menjalankan tugas pengawasan orang asing .

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Forum Group Discussion (FGD) Pengawasan Orang Asing digelar Kesbangpol Sleman di Kopi Embung, Mlati, Selasa (29/11). Forum ini mengundang lintas institusi. Mulai dari Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja, Kepolisian dan forum komunikasi di tingkat Kapanewon. Melalui forum tersebut, diharapkan ada persamaan persepsi, sinergitas dalam mengakses data untuk menjalankan tugas pengawasan terhadap orang asing. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol ) Kabupaten Sleman , menggelar forum group discussion (FGD) pengawasan orang asing .

Forum ini mengundang lintas lembaga.

Mulai dari Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja, Kepolisian dan forum komunikasi di tingkat Kapanewon.

Melalui forum tersebut, diharapkan ada persamaan persepsi, sinergitas dalam mengakses data untuk menjalankan tugas pengawasan orang asing

"Kendala saat ini, yang ada di wilayah terkadang tidak tahu nih, ada orang asing yang tinggal di wilayah kita, itu legal atau tidak," kata Sub Koordinator Kelompok Substansi Penanganan Konflik, Kesbangpol Sleman , Bagus Jalu Anggara, di sela FGD pengawasan orang asing di Mlati, Sleman , Selasa (29/11/2022). 

Baca juga: Kantor Imigrasi Yogyakarta Perketat Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia Selama PPKM

Jalu berharap melalui forum grup diskusi tersebut, diharapkan antar lembaga bisa saling berkoordinasi.

Ada akurasi data melalui singkronisasi yang bisa diakses dari Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) maupun data di wilayah Kapanewon, sehingga pengawasan orang asing bisa lebih konkret. 

Akurasi data ini menjadi penting.

Sebab, pengawasan terhadap orang asing menjadi amanat undang-undang dan pelaksanaan di lapangan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Jangan sampai menjadi konflik Internasional, karena data yang sampai di wilayah tidak akurat.

Karena itu, dibutuhkan singkronisasi data.

Terutama, bagi institusi yang sama-sama memiliki tugas pengawasan orang asing

"Kami ini kan punya tugas yang sama. Harapannya, bisa kerja sama, kerja bareng," kata Jalu.

Ada 7 Kecamatan di Sleman yang menjadi wilayah prioritas pengawasan orang asing , antara lain Depok, Mlati Ngaglik, Berbah, Kalasan, Prambanan dan Gamping.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved