Berita Jogja Hari Ini

BPBD DIY Harapkan Pengelola Wisata di Kawasan Rawan Siapkan Sarpras Mitigasi Bencana

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DIY berencana mengembangkan destinasi wisata aman bencana. Rencana itu didasari lantaran kecenderungan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DIY berencana mengembangkan destinasi wisata aman bencana.

Rencana itu didasari lantaran kecenderungan destinasi wisata di DIY berada dikawasan yang menantang adrenalin.

"Sekarang ini destinasi wisata cenderung menantang adrenalin. Di puncak bukit, lereng gunung dan pinggir pantai. Kami punya gambaran mengembangkan destinasi aman bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Magelang Ternyata Dua Kali Rencanakan Aksinya, yang Pertama Gagal

Dia menjelaskan, wisata di kawasan puncak bukit, lereng gunung dan kawasan pantai memang menarik.

Akan tetapi tempat-tempat tersebut menurut Biwara juga memiliki risiko kerawanan bencana.

Oleh sebab itu, BPBD DIY meminta agar pihak penyelenggara destinasi wisata melengkapi sarana dan prasarana (Sarpras) untuk mitigasi bencana.

"Seperti apakah mekanisme kalau kemudian ada kebencanaan, ada gak sarprasnya disitu. Ada gak jalur evakuasinya, ada gak titik kumpulnya," terang Biwara.

Kemudian untuk masing-masing pos didestinasi wisata pantai maupun pegunungan, misalkan terjadi kebencanaan peralatan apa saja yang telah disiapkan.

"Termasuk obat-obatan dan sebagainya. Saya kira itu perlu menjadi konsern kita semua. Karena wisatawan itu mereka tamu kita. Memberikan sumberdaya pada kita. Kemudian yg kedua mereka tidak tahu persis peta lokasi kerawanan dan sebagainya. Tahunya senang-senang aja," ungkapnya.

Khusus di kawasan pantai, penting bagi pelaku pariwisata untuk memberikan informasi karakteristik pantai.

Baca juga: Penyerang PSS Sleman Asal Brasil Antusias Sambut Bergulirnya Lanjutan Liga 1 2022

Sebab kebanyakan wisatawan tidak memahami jika di beberapa pantai terdapat palung yang berbahaya.

"Saya kira pelaku wisata perlu edukasi itu sejak awal. Mereka terbatas, sampai di Jogja diberi informasi bahwa kini memasuki cuaca ekstrem ada titik longsor. Ada titik bisa banjir dan sebagainya. Itu paling efektif diberitahu ketika di hotel," jelasnya.

"Karena kalau diberitahu di pantai dia tergoda untuk main air. Kalau diawal dia akan ingat," sambungnya. (hda)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved