Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Apindo Kota Yogyakarta Berharap Penetapan UMK 2023 Dihitung dengan PP 36

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Yogyakarta berharap perhitungan Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) 2023 diterapkan dengan prinsip keadil

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi upah atau gaji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Yogyakarta berharap perhitungan Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) 2023 diterapkan dengan prinsip keadilan untuk semua pihak. Mereka pun mengusulkan agar PP No 36 Tahun 2021 jadi pedoman untuk menentukan UMK 2023.

Ketua Apindo Kota Yogyakarta, Sofyan Tahir, berujar, pihaknya akan mengapungkan usulan tersebut dalam pertemuan bersama Dinsosnakertrans dan kalangan buruh, Selasa (29/11/2022).

Ia menandaskan, payung hukum yang merupakan turunan UU Cipta Kerja tersebut, merupakan formula paling ideal.

Baca juga: UMP DIY Naik 7,65 Persen, Ini Provinsi dengan Kenaikan UMP Paling Tinggi Tahun 2023

"Mudah-mudahan besok bisa ketemu dialog yang positif, sekaligus mengedepankan aspek keadilan bagi semua," tandasnya, Senin (28/11/2022).

Sebagai informasi, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY per 2023 naik 7,65 persen menjadi Rp1.981.782.

Sementara, UMK Kota Yogyakarta 2022 yang dipatok Rp2.153.970, bakal diumumkan kenaikannya oleh Gubernur DIY pada 7 Desember mendatang.

"Ini bukan soal untung dan rugi, tapi kami berharap pemerintah konsisten dalam menjalankan perintah undang-undang. Kami melihat, UMK Kota Yogya meningkatnya tidak akan juga jauh dari UMP DIY," tambah Sofyan.

"Buruh pun bisa diajak dialog, ya, mereka melihat juga, karen kenaikan UMK harus dihitung bersama-sama. Di situ kan ketemu angka yang ideal, untuk disepakati bersama," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved