Konflik Israel Iran
Mata-mata Israel Diduga Tewaskan Kolonel Garda Republik Iran di Damaskus
Kolonel Davood Jafari terbunuh di pinggiran Damaskus ketika bom menghantam mobilnya di dekat Bandara Internasional Damaskus 22 November.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, DAMASKUS – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan seorang perwira senior Pasukan Dirgantaranya telah dibunuh di pinggiran ibukota Suriah, Damaskus.
Dalam sebuah pernyataan, departemen hubungan masyarakat korps itu mengatakan mendiang Kolonel Davood Jafari, tewas oleh "bom pinggir jalan" pada 22 November.
Seorang pejabat dengan kelompok yang didukung Iran mengkonfirmasi kepada The Associated Press, Kolonel Jafari terkena bom pinggir jalan di dekat Bandara Internasional Damaskus.
Pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bom itu dirancang khusus untuk melepaskan ledakan ke arah mobil target saat melintas.
Kolonel Jafari bekerja sebagai penasihat Angkatan Udara IRGC di Suriah.
Baca juga: Israel di Balik Serangan Drone Konvoi Tangki Minyak di Perbatasan Irak-Suriah
Baca juga: Jet Tempur Israel Gempur Pangkalan Udara Shayrat di Homs Suriah Tengah
Sebuah foto yang menunjukkan perwira itu bersama Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei muncul secara online setelah berita pembunuhannya.
IRGC mengatakan Kolonel Jafari menjadi sasaran “agen-agen Zionis”, yang secara efektif menganggap Israel bertanggung jawab atas pembunuhannya.
Perwira Garda Republik Iran memperingatkan Israel akan bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.
Israel secara teratur menyerang Suriah secara diam-diam maupun terang-terangan. Tel Aviv sangat jarang mengomentari operasi militer tertutupnya di luar negeri.
Namun demikian, jarang menargetkan anggota layanan Iran yang bertempur, atau beroperasi sebagai penasihat militer di negara yang dilanda perang.
Pembunuhan Kolonel Jafari terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam perang bayangan yang telah terjadi antara Iran dan Israel selama beberapa tahun.
IRGC kemungkinan akan menepati janjinya dan menanggapi pembunuhan itu untuk mempertahankan pencegahan terhadap Israel.
Namun ini bisa menyebabkan eskalasi militer besar di Suriah.
Pada 19 November, gelombang baru serangan udara Israel menghantam posisi militer di pantai Suriah dan di wilayah tengah negara itu.
“Sekitar pukul enam tiga puluh pagi, musuh Israel melakukan agresi udara di Laut Mediterania dari arah (kota) Banias, menargetkan beberapa posisi di pantai dan di wilayah tengah,” kata seorang pejabat militer kepada kantor berita AFP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perwira-IRGC-dan-Ayatollah-Khomeini.jpg)