Berita Bantul Hari Ini

Anggota DPRD Bantul Kembali Bertugas Setelah Kasus Pidananya Selesai dengan Restorative Justice

Kasus penipuan dan penggelapan dalam penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilakukan anggota DPRD Bantul berinisial ESJ (37) telah berakhir

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
net
DPRD Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus penipuan dan penggelapan dalam penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilakukan anggota DPRD Bantul berinisial ESJ (37) telah berakhir secara restorative justice (RJ). 

Proses penyidikan telah dihentikan lantaran pada 11 Oktober 2022 silam ESJ sudah mengembalikan seluruh kerugian para korbannya dengan jalan restorative justice.

Dengan dihentikannya kasus ini, ESJ bisa kembali melanjutkan tugas kedewanannya di DPRD Bantul.

Baca juga: Kemendikbudristek Wujudkan Inovasi Pendidikan Melalui Peningkatan Kualitas Tenaga Pengajar 

Ketua DPRD Kabupaten Bantul Hanung Raharjo membenarkan bahwa kasus yang menimpa ESJ telah selesai melalui restorative justice.

Dengan demikian, tugas ESJ di DPRD Bantul dapat dilanjutkan kembali.  

“Ya Alhamdulillah kalau sudah RJ, dan sudah diselesaikan. Dari awal kita sampaikan, kita berharap kasus itu segera bisa terselesaikan, entah seperti apa tahapannya karena itu bukan ranah kita, tapi ranahnya Polda DIY,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (24/11/2022).

Adapun ESJ yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra, merupakan anggota dari Komisi D DPRD Bantul.

Namun demikian, sampai saat ini, Hanung mengatakan pihaknya belum bertemu dengan ESJ karena belum ada agenda atau tugas yang mempertemukan mereka.

“Saya belum ketemu, karena belum ada agenda yang barengan dan belum monitor di komisi juga,” katanya.
 
Sementara itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bantul yakin kalau elektabilitas partai tetap tinggi meski salah satu salah satu anggotanya sempat terlibat kasus pidana.  

Baca juga: Erina Gudono Hadiri Rapat Persiapan Pernikahan di Royal Ambarrukmo Pada 23 November 2022

Ketua DPC Gerindra Bantul Nur Subiantoro, yang juga wakil ketua DPRD Bantul mengatakan, kasus yang melibatkan ESJ merupakan masalah pribadi dan hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan partai.

Dirinya pun yakin, kasus tersebut tidak akan berpengaruh terhadap citra atau elektabilitas partai Gerindra di masyarakat.

Nur menilai kalau saat ini masyarakat juga sudah pintar dan bisa menilai sendiri bahwa kasus yang melibatkan ESJ tidak ada kaitannya dengan partai.

Apalagi yang bersangkutan saat ini juga telah menyelesaikan masalahnya secara restorative justice (RJ).

"Namun upaya backup dari partai sudah ada, kami sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa kasusnya adalah masalah pribadi dan sudah selesai secara restorative justice. InsyaAllah tidak mempengaruhi citra partai," ungkapnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved