Konflik China AS
Turunkan Tensi Konflik Menhan AS Lloyd Austin Temui Menhan China Wei Fenghe
Menhan China Wei Fenghe dan Menhan AS Lloyd Austin bertemu selama 90 menit di Kamboja, guna meredakan tensi konflik kedua negara.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Kedua negara harus mematuhi saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.
China tidak bertanggung jawab atas situasi yang dihadapi hubungan China-AS sekarang, karena penyebab utamanya adalah penilaian strategis yang salah oleh AS.
China menurut Wei, sangat mementingkan pengembangan hubungan antara kedua negara dan militer, tetapi pihak AS harus menghormati kepentingan inti China.
Ia berharap agar AS dapat menepati kata-kata dan janjinya, benar-benar melaksanakan konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara.
Washington harus mengadopsi kebijakan yang rasional dan pragmatis terhadap China, dan secara efektif menghilangkan akar penyebab krisis.
Pertemuan Wei dan Austin dilaporkan berlangsung sekitar 90 menit, lebih lama dari pertemuan Juni yang memakan waktu sekitar satu jam, sehingga memungkinkan lebih banyak topik untuk dibahas kali ini.
Song Zhongping, seorang ahli militer China dan komentator TV, mengatakan kepada Global Times pertemuan mereka sinyal positif, karena kunjungan provokatif Pelosi ke pulau Taiwan membuat hubungan militer China-AS nyaris runtuh.
Dalam pertemuan dengan Xi Jinping, Biden menegaskan, AS tidak mencari Perang Dingin baru, tidak berusaha untuk merevitalisasi aliansi melawan China, dan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
AS menurut Biden, juga tidak memiliki niat untuk membuka konflik dengan China. Sementara Xi menekankan, dunia mengharapkan hubungan damai di antara kedua negara besar ini meski bersaing.(Tribunjogja.com/GlobalTimes/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menteri-Pertahanan-Amerika-Serikat-Lloyd-Austin-dan-Ketua-Kepala-Staf-Gabungan-Jenderal-Mark-Milley.jpg)