Berita Sleman Hari Ini

Pemkab Sleman Anggarkan Rp 12 Miliar untuk Lahan Relokasi Pedagang Pasar Godean

Rencana pemindahan pedagang pasar Godean, karena bangunan induk pasar hendak direvitalisasi, terus berjalan. Selain lahan transit, Pemerintah Kabupate

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Kerangka Bambu sedang disiapkan untuk menampung transit pedagang pasar Godean di pasar Hobbies. Pasar Hobbies ini menjadi satu di antara tiga lokasi yang disiapkan Pemkab Sleman untuk transit pedagang pasar Godean sebelum menempati lahan relokasi di Sidoluhur. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana pemindahan pedagang pasar Godean, karena bangunan induk pasar hendak direvitalisasi, terus berjalan.

Selain lahan transit, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga sedang menyiapkan lahan relokasi di Sidoluhur.

Sampai saat ini, tempat relokasi tersebut sedang dilakukan pengerjaan pematangan lahan sebelum dibangun fisik bangunan semi permanen. 

Baca juga: Okupansi Hotel Meningkat Jelang Pernikahan Kaesang dan Erina, Royal Ambarrukmo Belum Bisa Pastikan

"(Anggaran) pematangan lahannya, Rp 2,3 miliar yang sudah dikerjakan sekarang," kata Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional, Disperindag Sleman, Raminto, setelah sosialisasi kepada pedagang pasar Godean di pasar Hobbies, Rabu (23/11/2022). 

Total pedagang pasar Godean sekira 1.837.

Nantinya, sebelum menempati lahan relokasi, mereka akan menempati lahan transit terlebih dahulu di tiga lokasi.

Yaitu, lahan Sidokarto, Pasar Kuliner Belut dan Pasar Hobbies.

Pedagang menempati lahan transit sekitar enam bulan, mulai dari Desember hingga Mei 2023.

Sebab, lahan relokasi di Sidoluhur hingga kini belum bisa ditempati. Baru proses pematangan lahan. 

Ditambahkan, Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional, Disperindag Sleman, Purwoko Haryadi mengungkapkan, lahan relokasi di Sidoluhur untuk menampung pedagang pasar Godean dibangun dengan kontruksi baja ringan.

Baca juga: Polres Kulon Progo Patroli Dialogis di Pasar Wates untuk Minimalisir Kejahatan Curanmor

Atapnya menggunakan galvalum. Anggaran untuk pembangunan fisik ini belum final.

Masih dalam tahap penentuan HPS atau harga barang/jasa yang dikalkulasikan secara keahlian berdasar data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Anggarannya berkisar di angka Rp 9,9 - Rp 10 Miliar. 

"Pembangunan fisik (pasar) kami rencanakan di angka Rp 10 miliar atau Rp 9,9 miliar. Sekarang penentuan HPS, mudah-mudahan minggu depan RUP (rencana umum pengadaan) sudah siap. Karena kita juga liat kondisi lapangan, mulai dari elevasi untuk mengkaji bentuk desain buangan air. Minggu depan desain mungkin bisa final. Syukur kurang dari itu (Rp 10 miliar). Kami usahakan efisiensi biaya," ujar dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved