Konflik Serbia Kosovo
Presiden Serbia Peringatkan Perang Bisa Pecah Sewaktu-waktu di Kosovo
Presiden Serbia Aleksandar Vucic memperingatkan perang bisa pecah sewaktu-waktu di Kosovo jika pemerintah setempat nekat hapus pelat nomer Serbia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Namun, tujuan mereka saling eksklusif, mengingat Pristina berencana aksesi sebagai negara merdeka, sementara Beograd memandang Kosovo sebagai bagian integral dari Serbia.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell berinisiatif membuka pertemuan Beograd dan Pristina, pada 21 November ini.
Ia akan memulai pertemuan terpisah dengan masing-masing pemimpin mulai pukul 08.00 (waktu Brussel), dilanjutkan dengan pertemuan bersama.
Fokus pertemuan darurat adalah menemukan jalan keluar dari krisis saat ini dan menghindari eskalasi dan ketegangan lebih lanjut di lapangan.
Ia akan menekankan pada pengaturan pelat nomor dan kembalinya Serbia Kosovo ke institusi Kosovo.
Pernyataan itu juga mengatakan pertemuan akan dihadiri Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dan Perwakilan Khusus Uni Eropa Miroslav Lajcak.
Pihak berwenang Kosovo mengharuskan orang Serbia setempat mendaftarkan ulang pelat mobil mereka.
Mereka juga menuntut agar mereka menampilkan kode huruf standar Uni Eropa RKS (Republik Kosovo) alih-alih KM, pengenal Serbia untuk wilayah Kosovska Mitrovica yang disengketakan di perbatasan.
Batas akhir pendaftaran ulang adalah 31 Oktober. Pada 27 Agustus, Beograd dan Pristina mencapai kesepakatan kompromi yang ditengahi UE tentang peraturan masuk dan keluar.
Serbia setuju untuk menghapus dokumen masuk-keluar untuk pemegang ID Kosovo, sementara Kosovo setuju untuk tidak menerapkannya ke warga negara Serbia.
Beograd menyatakan langkah itu hanya bertujuan untuk menyederhanakan penyeberangan perbatasan dan tidak berarti Serbia mengakui kemerdekaan Kosovo.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aksi-Rakyat-Kosovo.jpg)