Jet-jet Tempur Turki Gempur Desa-desa Kurdi di Suriah Utara
Jet-jet tempur Turki menggempur basis-basis kelompok Kurdi di Suriah utara dan timur laut. Turki menyalahkan kelompok Kurdi di bom Istanbul.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, ANKARA - Militer Turki mengirimkan jet-jet tempurnya, menggempur sejumlah sasaran di Suriah utara, Minggu (20/11/2022).
Jet-jet tempur Turki mengincar basis kelompok Kurdi yang mereka tuduh terlibat aksi bom di Istanbul seminggu lalu.
Enam orang tewas puluhan lain terluka di peristiwa ini. Seorang perempuan Kurdi dan belasan orang lainnya ditangkap karena diduga terlibat bom teror itu.
Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan peluncuran serangan itu dalam sebuah pernyataan di Twitter pada Minggu selepas malam.
Baca juga: Balas Aksi Bom Istanbul Turki Bersiap Gempur Kelompok Kurdi Suriah
Baca juga: Turki Tangkapi Orang-orang Kurdi Diduga Komplotan Bom Istanbul
Baca juga: Ledakan Bom di Istanbul Minggu Malam Bukan Aksi Teror Terkuat di Turki
“Saatnya pembalasan telah tiba,” cuit akun Kementerian Pertahanan Turki disertai foto jet militer lepas landas pada operasi malam hari.
Ankara menyalahkan serangan bom 13 November di Istanbul pada Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang dan kelompok-kelompok Kurdi Suriah yang berafiliasi.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan ada kecurigaan perintah untuk serangan teroris yang terjadi di pusat Istanbul datang dari kota perbatasan Suriah Kobane.
Pejuang Kurdi membantah terlibat. Dalam unggahan lain yang disertai dengan video yang menunjukkan target dipilih diikuti ledakan, Turki menyatakan serangan presisi telah dilakukan.
Turki dan AS sama-sama menganggap PKK sebagai kelompok teroris, tetapi tidak setuju status kelompok Kurdi Suriah yang telah bersekutu dengan Washington dalam perang melawan ISIS.
Sementara Ankara tidak memberikan rincian pasti dari operasi semalam, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengatakan serangan udara Turki menghantam Kobane (Ayn al-Arab) di timur laut Suriah.
“Kobane, kota yang mengalahkan ISIS, menjadi sasaran pemboman oleh pesawat pendudukan Turki,” tweeted Farhad Shami, kepala pusat media SDF.
Juru bicara SDF kemudian mengatakan dua desa yang dihuni oleh orang-orang telantar secara internal (IDP) di Suriah utara telah terkena tembakan.
“Pesawat pendudukan Turki menembaki desa al-Beilonya yang berpenduduk padat dengan pengungsi Afrin yang dipindahkan secara paksa dari Afrin pada 2018,” katanya.
“Selain desa Dahir al-Arab, yang dihuni oleh pengungsi Ras al-Ain yang juga mengungsi secara paksa oleh pendudukan Turki sejak 2019,” tambahnya.
Serangan udara telah mengakibatkan kematian dan cedera, katanya, tanpa merinci jumlah korban.
Kepala SDF, Mazloum Abdi, menulis di Twitter serangan itu mengancam seluruh wilayah dan meminta orang-orang di daerah yang ditargetkan untuk tetap di rumah mereka dan menunggu instruksi dari pasukan keamanan.
Belum ada komentar langsung dari pemerintah Suriah atau Irak.
Turki telah meluncurkan tiga operasi lintas batas utama di Suriah sejak 2016 dan telah menguasai beberapa wilayah di utara.
Di front lain, Suriah menghadapi geepuran tak henti-henti dari pasukan udara Israel. Pada 19 November, gelombang baru serangan udara Israel menghantam posisi militer di pantai Suriah dan di wilayah tengah negara itu.
“Sekitar pukul enam tiga puluh pagi, musuh Israel melakukan agresi udara di Laut Mediterania dari arah (kota) Banias, menargetkan beberapa posisi di pantai dan di wilayah tengah,” kata seorang pejabat militer kepada kantor berita AFP.
Kantor Berita Arab Suriah yang dikelola pemerintah, menambahkan beberapa rudal musuh berhasil dicegat pertahanan udara Suriah.
Beberapa foto yang muncul secara online setelah serangan itu menunjukkan apa yang tampak seperti ledakan dan jejak rudal di langit di atas pantai dan wilayah tengah.
Pejabat militer Suriah yang tidak disebutkan namanya mengakui bahwa empat anggota tentara Tentara Arab Suriah tewas dan kelima terluka akibat serangan Israel.
Ini adalah serangan Israel kedua yang dikonfirmasi di Suriah bulan ini.
Pada 13 November, serangkaian serangan udara Israel menghantam Pangkalan Udara Shayrat di pedesaan timur Homs di wilayah tengah.
Serangan itu merenggut nyawa dua anggota militer dan melukai tiga lainnya.
Selain serangan di Pangkalan Udara Shayrat, Israel secara tidak resmi disalahkan atas serangkaian serangan yang menargetkan penyeberangan al-Qa'im di perbatasan Suriah dengan Irak pada 8 November.
Sedikitnya sepuluh orang, termasuk warga negara Iran, tewas dalam serangan itu. .
Menurut media Ibrani dan Arab, semua serangan Israel baru-baru ini di Suriah menargetkan pengiriman senjata Iran yang ditujukan untuk Hizbullah di Lebanon.
Namun, kerugian manusia dan material yang disebabkan oleh serangan ini sebagian besar adalah warga Suriah.
Israel kemungkinan akan terus menyerang Suriah, yang telah berusaha menghindari eskalasi besar karena situasi keamanan dan ekonomi yang sensitif.(Tribunjogja.com/Aljazeera/Southfront/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kurdish-peoples-protection-unit-ypg.jpg)