Muktamar Muhammadiyah

PROFIL Abdul Mu'ti, Cendekiawan Islam yang Dicalonkan Jadi Ketum PP Muhammadiyah 2022-2027

Abdul Mu'ti masuk dalam 39 kandidat bakal calon anggota tetap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Begini profil lengkap Abdul Mu'ti.

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
Situs Resmi Muhammadiyah
PROFIL Abdul Mu'ti, Cendekiawan Islam yang Dicalonkan Jadi Ketum PP Muhammadiyah 2022-2027 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dicalonkan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Muktamar ke-48 Muhammadiyah.

Abdul Mu'ti masuk dalam 39 kandidat bakal calon anggota tetap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dalam sidang tanwir, Abdul Mu'ti mendapat 166 suara.

Adapun hasil pemilihan calon Ketua Umum PP Muhammadiyah ini akan diumumkan di akhir Muktamar ke-48 Muhammadiyah atau hari ketiga, yakni Minggu (20/11/2022) mendatang.

Lantas siapa Abdul Muti

Abdul Muti juga dikenal sebagai akademisi.

Tercatat sebagai anggota Muhammadiyah sejak 1994 dengan nomor anggota 750178. Abdul Mu'ti juga pernah mejabat sebagai Sekretaris PWM Jateng periode 2000-2002.

Abdul Mu'ti lahir di Kudus 2 September 1968.

Mengutip mpai.fitk.uinjkt.ac.id pada tahun 1986, Abdul Mu'ti menamatkan pendidikan dasarnya di Kudus.

Ia kemudian melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan tamat pada tahun 1991.

Selanjutnya, ia menimba ilmu di Flinders University, South Australia hingga selesai pada tahun 1996.

Baca juga: 15 Ketua Umum PP Muhammadiyah dari Masa ke Masa, Sejak 1912 sampai 2022, Siapa Selanjutnya?

Ia pun kembali ke Indonesia dan melanjutkan studi S3 nya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kini, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. tercatat menjadi dosen di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prodi Doktor Pendidikan Agama Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Abdul Mu'ti saat ini tercatat bekerja sebagai dosen IAIN Walisongo sejak 1993.

Bahkan, ia merupakan salah satu Advisor di The British Council London sejak 2006.

Guru Besar Pendidikan Agama Islam ini ternyata Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah.

Jabatan terakhirnya di Muhammadiyah adalah sebagai Sekretaris PP Muhammadiyah.

Kemudian pada tahun 2002 ia menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah hingga 2006.

Abdul Mu'ti lalu menjadi Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhamamdiyah 2005-2010.

Tak hanya itu, Abdul Muti tercatat sebagai anggota Dewan Indonesia dan Amerika Serikat pada Agama dan Pluralisme, dan masyarakat eksekutif Konferensi Asia Agama untuk Perdamaian.

Baca juga: PROFIL Saad Ibrahim, Ulama Intelektual Calon Pemimpin Ketum PP Muhammadiyah 2022-2027

Abdul Muti juga merupakan wakil sekretaris Agama Kontra Terorisme, juga sekretaris Dewan Nasional Intelektual Muslim Indonesia.

Di tahun 2018 tepatnya pada 18 Mei, nama Abdul Mu’ti masuk dalam 200 daftar mubalig yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama.

Abdul Mu'ti ternyata sempat ditawari jabatan wakil menteri  oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, Abdul Mu'ti menolaknya karena merasa tidak mampu mengemban jabatan wakil menteri tersebut.

Sebelumnya ia mengaku sempat di dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Namun, setelah beberapa waktu, Mu'ti berubah pikiran.

"Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," kata Mu'ti.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menginginkan duet Haedar Nashir-Abdul Mu’ti terpilih kembali menjadi pimpinan Muhammadiyah.

Ia menganggap pasangan tersebut telah terbukti memajukan Muhammadiyah di periode sebelumnya.

Hal ini disampaikan Muhadjir saat menghadiri Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022) pagi, mengutip Kompas.tv.

Baca juga: PROFIL Hilman Latief, Profesor Studi Islam dan Arab UMY, Masuk Bursa Balon Ketum PP Muhammadiyah

“Kami harap begitu. Duet Pak Haedar Nashir dengan Abdul Mu’ti ini, saya kira duet yang sudah terbukti selama satu periode,” kata Muhadjir saat menghadiri Muktamar Muhammadiyah di Stadion Manahan, Sabtu.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menilai duet Haedar-Mu’ti bukan hanya sekadar bisa mempertahankan Muhammadiyah dari pandemi Covid-19, namun juga membawa organisasi berkembang pesat.

Terutama dalam program internasionalisasi Muhammadiyah.

"Ada banyak perguruan tinggi yang bisa didirikan, kemudian sekolah bisa didirikan. Lalu amal Usaha Muhammadiyah mengalami perkembangan yang sangat pesat," jelas Muhadjir.

Ia juga menyebut Haedar Nashir merupakan ensiklopedi hidup Muhammadiyah karena menguasai seluk beluk organisasi.

"Sedangkan Pak Mu'ti seorang eksekutor yang bisa diandalkan sebagai penjaga gawang di Muhammadiyah. Insyaallah (duet keduanya berlanjut lagi untuk periode 2022-2027)," ucapnya.

 

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved