Berita Pendidikan Hari Ini
UMY Bina 7 PTN dan PTS, Dorong Kampus Capai Jaminan Mutu Baku
Program pembinaan tersebut ditujukan agar PTN/PTS binaan bisa mencapai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Program Studi tahun 2022.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY ) dipercaya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membina tujuh Perguruan Tinggi Negeri ( PTN ) dan Swasta ( PTS ).
Rektor UMY , Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, IPM mengatakan, program pembinaan tersebut ditujukan agar PTN/PTS binaan bisa mencapai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Program Studi tahun 2022.
SPMI ini juga merupakan sebuah sistem yang baku yang digunakan untuk mengukur mutu pendidikan dari setiap kampus.
Baca juga: Pendaftar Meningkat Tiga Kali Lipat, UMY Bakal Perketat Seleksi Bagi Calon Mahasiswa Asing
“Artinya, berisi tentang kaidah-kaidah jaminan mutu secara internal yang akan menjamin kualitas proses pembelajaran di setiap kampus. Tentunya, ini adalah sebuah proses yang melekat di setiap pemberian kebijakan di level universitas dan level program studi,” ujarnya, Rabu (16/11/2022).
Gunawan juga menjelaskan bahwa hal ini merupakan satu siklus yang menjadi kewajiban perguruan tinggi dalam melakukan SPMI melalui BAN-PT.
“SPMI seharusnya menjadi nafas proses aktivitas kegiatan kita sehari-hari dari level prodi, laboratorium, fakultas dan universitas. Untuk menjamin sebuah proses yang selama ini berjalan tetap memenuhi kaidah-kaidah mutu yang kita janjikan kepada stakeholders,” tambahnya lagi.
Ia menjelaskan, tujuh kampus yang menjadi PT binaan UMY meliputi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Biak-Papua, STKIP Modern Ngawi, STMIK Handayani Makassar, Universitas Darwan Ali, Universitas Muhammadiyah Lamongan dan Universitas Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Mahasiswa UMY Latih Penyandang Disabilitas untuk Buat Kain Ecoprint
Pihaknya pun sudah dimonitor dan dievaluasi (monev) oleh Kemendikbudristek pada Selasa (15/11/2022) lalu.
Evi Rahmawati, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu menyampaikan, dengan ditunjuknya UMY sebagai pembina perguruan tinggi dalam mencapai SPMI, hal ini menjadi bukti bahwa UMY sudah dikenali di taraf nasional dan dipandang mampu dalam membina perguruan tinggi lain.
“Kami dari BPM juga merasa masih banyak yang perlu dipelajari. Keberkahan serta manfaat selama menjadi pembina dalam program ini juga kami rasakan. Seperti halnya visi UMY yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk kemaslahatan umat,” imbuh Evi lagi. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-umy.jpg)