Berita Kriminal Hari Ini

Seorang Mahasiswi Asal Mantrijeron Yogyakarta Tipu Belasan Driver Ojol dengan Orderan Fiktif

Seorang mahasiswi berinisial DA warga Gedongkiwo, Mantrijeron diduga menipu puluhan driver ojek online (ojol) dengan Orderan Fiktif

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Pemeriksaan pelaku order fiktif di Polsek Kasihan, Selasa (15/11/2022) malam kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang mahasiswi berinisial DA warga Gedongkiwo, Mantrijeron diduga menipu puluhan driver ojek online (ojol) dengan Orderan Fiktif.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian, di mana pelaporan diwakili oleh Fahmi Eka, seorang driver ojol yang tertipu Orderan Fiktif sebesar Rp 200 ribu.

Kini DA telah diamankan di Polsek Kasihan untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Rumah Warga di Patuk Gunungkidul Terkena Longsor Seusai Hujan Semalaman

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana, menjelaskan korban yang  bekerja sebagai driver ojol mendapat orderan dari pelaku pada Kamis tanggal 15 September 2022 sekira pukul 12.21 WIB. Saat itu korban mendapat orderan melalui aplikasi di menu jual beli berupa kosmetik, dengan pemesan bernama Anisa.
 
“Modusnya adalah orderan fiktif dengan harga barang senilai Rp 200 ribuan, DA seolah-olah menjual barang dan ada orang yang memesan dengan sistem COD yang membuat ojol menalangi lebih dahulu,” ujarnya, Rabu (16/11/2022).

Korban mengambil barang di daerah Keloran, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan untuk diantar ke daerah Condrowasan, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan. Setelah sampai di lokasi  korban tidak menemukan pemesan yang bernama Anisa. Korban pun tak bisa menghubungi nomor atas nama Anisa, termasuk nomor penjual sudah tidak bisa dihubungi lagi.  

Kemudian pada hari Selasa (15/11/2022) korban mengetahui dari grup WhatsApp bahwa ada driver yang menemukan ciri-ciri pelaku. Setelah dicek, ternyata orang tersebut sama dengan yang ditemui korban di Kasihan saat menerima orderan fiktif. Di grup tersebut juga tertera alamat pelaku.

“Saat korban mendatangi rumah pelaku di Tirtonirmolo, ternyata sudah banyak driver ojol lainnya yang berkumpul. Dan ternyata korban orderan fiktif tak hanya satu, setidaknya ada 14 korban dari driver ojol di TKP Kasihan dengan total kerugian Rp 3.541.100,” terangnya.  

Diduga pelaku juga beraksi di TKP lain dan ada belasan korban lainnya, seperti di Sewon, dan juga di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.  

Jeffry mengungkapkan saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Kasihan dan tengah dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Peringatan Keras Sri Sultan HB X bagi Lurah yang Selewengkan Dana Keistimewaan: Saya Tindak Semuanya

Dirinya pun mengucapkan apresiasinya kepada para driver ojol yang telah melaporkan kejadian tersebut dan tidak main hakim sendiri.  

“Dan saya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan ojol untuk hati-hati dan saling koordinasi sesama ojol terkait adanya orderan fiktif ataupun hal yang merugikan lainnya. Tentunya menjadi pengalaman untuk lebih berhati-hati,”

Dikatakannya, driver ojol bisa menggunakan fitur deteksi orderan fiktif yang disediakan untuk  memonitor berbagai pelaporan hal serupa. Dan jika ada driver ojol yang pernah merasa tertipu, bisa datang melapor ke kepolisian. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved