Perang Rusia Ukraina

Ukraina Cabut Akreditasi Jurnalis CNN dan Sky News Gara-gara Liputan Kherson

Militer Ukraina mencabut akreditasi sejumlah jurnalis AS dan Inggris gara-gara meliput situasi di Kota Kherson tanpa sepengetahuan Kiev.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
SPUTNIKNEWS
Seorang tentara Ukraina mengenakan helm yang tertempel logo Brigade Khusus Nazi Jerman saat memasuki Kota Kherson. 

TRIBUNJOGJA.COM, KIEV - Militer Ukraina menghapus akreditasi beberapa jurnalis asing dan lokal karena melaporkan tanpa izin dari kota Kherson, tempat pasukan Rusia ditarik pekan lalu.

Jurnalis CNN dan Sky News termasuk di antara mereka yang terkena dampak pencekalan itu. Info ini dikemukakan LSM lokal kepada situs berita Ukrainska Pravda.

Alasan pencabutan akreditas belum jelas dan tidak dijelaskan secara meyakinkan. Diduga kuat penyebabnya karena media itu menayangkan eforia warga Ukraina menyambut kembalinya Kota Kherson.

Di antara rekaman yang beredar, termasuk di CNN dan Sky News, seorang pria mengibarkan bendera Ukraina dan melakukan salute ala Nazi Jerman.

Baca juga: Presiden Zelensky Tuduh Rusia Hancurkan Infrastruktur Kherson Sebelum Mundur

Baca juga: Tentara Ukraina Pakai Simbol Pasukan Nazi Jerman saat Masuki Kota Kherson

"Baru-baru ini, beberapa perwakilan media ... melakukan kegiatan profesional di kota Kherson bahkan sebelum penyelesaian langkah-langkah stabilisasi," kata Staf Umum Ukraina dalam sebuah posting Facebook, Senin (14/11/2022) WIB.

Ia menuduh para wartawan mengabaikan larangan dan peringatan yang ada, dan beroperasi di kota, yang telah jatuh di bawah kendali pasukan Kiev, tanpa izin dari komandan Ukraina dan layanan penerangan militer.

“Izin kerja perwakilan media, yang melanggar aturan kerja di wilayah pertempuran, telah dibatalkan dan kartu pers mereka diakui tidak berlaku lagi,” kata Staf Umum Ukraina dikutip Russia Today.

Itu tidak menyebutkan pekerja media atau organisasi yang kehilangan kredensial mereka.

Namun, LSM Detector Media mengatakan kepada Ukrainska Pravda bahwa setidaknya enam jurnalis senior CNN dan Sky News Inggris ada di antara mereka yang dicabut akreditasinya.

Detector Media juga mengutip komentar dari juru bicara militer Natalia Gumeniuk, mengklaim memiliki informasi tentang penarikan akreditasi dari kru Sky News dan CNN.

Ada juga informasi tentang outlet media Italia yang ada di sana juga.

“Media belum seharusnya bekerja di Kherson, karena bahayanya. Inilah yang diputuskan oleh perintah itu, ”jelas Gumeniuk.

Para pejabat Rusia sebelumnya menuduh media di AS, Inggris dan negara-negara lain, yang mendukung Ukraina, menyediakan liputan konflik sepihak sepenuhnya.

Pada bulan, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengecam media barat yang pemberitaanya selalu menyudutkan Rusia, dan tidak melihat realitas politik Rusia-Ukraina.

Pada Juli, Reporters Without Borders (RSF) mengkritik Ukraina atas pelanggaran terhadap jurnalis asing dan lokal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved