Berita Kriminal Hari Ini

Polres Bantul Amankan Youtuber atas Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

Polres Bantul mengamankan seorang YouTuber berinisial AS (44) warga Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul atas kasus dugaan ujaran kebencian.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

TRIBUNJOGJA.COM - Polres Bantul mengamankan seorang YouTuber berinisial AS (44) warga Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul atas kasus dugaan ujaran kebencian.

AS melalui channel Pagar Nusa mengunggah video pendek yang bermuatan menjelek-jelekkan keluarga besar almarhum KH Maksum Djauhari, keluarga besar pondok pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri dan keluarga besar Pagar Nusa sendiri.

Adapun Pagar Nusa atau sering disingkat PN, adalah organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama.  

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry membenarkan pada hari Selasa 8 November 2022 kemarin Polres Bantul menerima laporan terkait kejadian ujaran kebencian di media sosial.

Baca juga: Polres Bantul Telah Periksa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Atlet Perempuan, Ini Kata Polisi

Dijelaskannya, pelapor yang merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur mendapati video ujaran kebencian hari Senin (7/11/2022) pukul 20.00 WIB.

Hal tersebut berlanjut dengan pelaporan ke Polres Bantul karena masuk dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

"Keesokan harinya, unit reskrim Srandakan bersama Bhabinkamtibmas Desa Poncosari  mencari dan menemukan pemilik akun YouTube Pagar Nusa dengan wajah sesuai dengan foto profil akun," ungkapnya Kamis (10/11/2022).

Dalam pemeriksaan, AS mengakui perbuatannya. Dirinya mengakui telah membuat konten tersebut.

Namun demikian, dalam pemeriksaan tersebut, AS juga dinilai sulit berkomunikasi.  

Dengan kondisi tersebut, pihak keluarga terlapor memohon kepada polisi untuk berkoordinasi dan melaksanakan observasi kejiwaan terhadap AS di RSUP Dr Sardjito .

"Saat ini kami masih menunggu hasil observasi kejiwaan," katanya.

Terpisah, pelapor sekaligus alumni Ponpes Lirboyo Kediri, Abdul Bashir Ichwan mengungkapkan apresiasinya atas tindak lanjut kepolisian yang cepat mengamankan pelaku.

Baca juga: Polres Bantul Terus Giatkan Razia Miras Ilegal dan Miras Oplosan

Namun saat disinggung tentang upaya observasi kondisi kejiwaan AS di RSUP Dr Sardjito , Ichwan tidak percaya jika AS mengalami gangguan jiwa.  

“Sebab pelaku bisa membuat banyak video dengan narasi yang runtut dan urut dalam durasi yang panjang. Hal itu sama sekali tidak menunjukkan adanya gangguan jiwa," ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, ia berharap polisi  tetap memproses hukum AS.

Terlebih apa yang dilakukan AS dinilai sudah merugikan pihak tertentu dan menimbulkan kegaduhan.

Ia pun meminta aparat kepolisian menjerat AS dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang fitnah dan pencemaran nama baik, serta pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang ujaran kebencian.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved