Berita Sleman Hari Ini
Sebanyak 60 Gedung SD dan SMP di Sleman Butuh Perbaikan
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Adi Marsanto menyampaikan, jumlah SD Negeri maupun swasta di Sleman ada 511 sekolah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor, Playen Gunungkidul hingga menimbulkan korban jiwa menjadi duka bagi pendidikan.
Gedung satuan pendidikan seharusnya dipastikan aman untuk kegiatan belajar anak.
Tapi sayangnya, tidak semua sekolah memiliki sarana prasarana laik.
Tak terkecuali di Bumi Sembada, Disdik Sleman menyebut lebih kurang ada 60 gedung SD-SMP yang saat ini kondisinya butuh perbaikan.
Baca juga: Mentan Sepakati Harga Beras Rp 9.700 per Kilogram, Minta BULOG Lakukan Ini
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Adi Marsanto menyampaikan, jumlah SD Negeri maupun swasta di Sleman ada 511 sekolah.
Dari jumlah tersebut, yang membutuhkan rehabilitasi atau perbaikan berat hingga sedang kurang lebih 40 sekolah.
Sedangkan, gedung SMP yang membutuhkan perbaikan ada 20 dari 122 sekolah SMP Negeri dan swasta di Sleman.
"Selain rehab, baik SD maupun SMP juga ada yang perlu pembangunan ruang baru," kata dia, Rabu (9/11/2022).
Pembangunan ruang baru tersebut meliputi ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang Laboratorium, ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) hingga toilet.
Sri Adi mengungkapkan, kondisi sarana dan prasarana pendidikan telah tersaji melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dapodik ini adalah sistem pendataan (database) berskala Nasional yang terintegrasi.
Memuat beragam entitas mulai dari satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan maupun substansi pendidikan.
Singkat kata, dapodik ini mencerminkan potret kondisi sekolah yang mengolaborasikan informasi dan data.
"Karena itu, satuan pendidikan harus meng-update dapodik secara benar, jujur, apa adanya dan di-update setiap saat sesuai dengan kondisi terkini dari sekolah tersebut," terang Sri Adi.
Baca juga: Atap Sekolah di Gunungkidul Ambruk, Pakar UGM: Prosedur Pembangunan Standar Libatkan 3 Komponen
Selain tersaji dari dapodik, informasi kondisi dan kebutuhan sarpras di satuan pendidikan juga bisa dilaporkan ke Dinas Pendidikan melalui whatsApp, email, maupun proposal. Jika ada laporan, maka akan segera diverifikasi dengan tinjauan langsung ke lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)