Berita Klaten Hari Ini

Mengunjungi Rumah Bekas Markas Tentara Pelajar di Sabrang Lor Klaten saat Perang Kemerdekaan

Sejumlah rumah di Dukuh Sabrang Lor, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pernah digunakan sebagai markas Tentara Pelajar

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Almurfi Syofyan
Mbah Toepon saat menunjukkan sebuah penanda jika rumah di Sabrang Lor, Trucuk, Klaten pernah digunakan sebagai markas Tentara Pelajar, Rabu (9/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah rumah di Dukuh Sabrang Lor, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pernah digunakan sebagai markas Tentara Pelajar (TP) pada perang kemerdekaan 1948-1949.

Rumah-rumah itu kini sebagian besar telah berubah menjadi bangunan modern, namun masih terdapat dua rumah yang masih mempertahankan bentuk bangunan aslinya.

Satu di antaranya adalah rumah bekas lurah setempat bernama Madiyo.

Baca juga: Sebanyak 60 Gedung SD dan SMP di Sleman Butuh Perbaikan

"Rumah Pak Madiyo menjadi markas pusat Tentara Pelajar di desa ini, di sekitarnya ada 3 rumah lainnya jadi markas penyangga termasuk rumah saya," ujar mantan Tentara Pelajar di Klaten, Toepon Dwidjasoewita (89) saat berbincang dengan TribunJogja.com di rumahnya, Rabu (9/11/2022).

Ia mengatakan, di rumahnya saat itu terdapat 30 Tentara Pelajar yang bermarkas. Sementara di rumah Madiyo terdapat 100 Tentara Pelajar dan di rumah-rumah lainnya berjumlah 20 hingga 30 personel.

Para Tentara Pelajar itu, kata dia bermarkas di Sabrang Lor agar tidak terpantau oleh tentara Belanda yang saat itu berada di Kota Klaten.

Toepon yang memiliki nama lahir Satimin itu mengatakan bahwa tak jauh dari rumahnya juga terdapat kompleks pemakaman umum yang di sana terdapat dua Makam tentara Pelajar yang dimakamkan.

Pertama bernama R Soedibyo yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Karanganom, Klaten pada 10 Juli 1949 dan kedua pejuang bernama Slamet.

"Pak Dibyo ini pada 1960 makamnya sudah dipindah keluarganya ke makam pahlawan Klaten. Kalau Pak Slamet masih di sini," ucapnya.

Mbah Toepon yang selepas perang kemerdekaan diangkat menjadi anggota polisi ini sempat mengajak TribunJogja.com untuk berkeliling kampung untuk melihat rumah-rumah bekas markas Tentara Pelajar di kampung itu.

Pantauan di lapangan, terdapat dua rumah yang masih mempertahankan bentuk aslinya. Rumah pertama milik Madiyo yang saat ini ditinggali oleh anak keturunannya.

Di luar pagar rumah terpasang sebuah tulisan di atas marmer yang berbunyi, di rumah ini pernah menjadi markas Tentara Pelajar dalam periode perang kemerdekaan II, 19 Desember 1948 - 10 Agustus 1949.

Baca juga: Mentan Sepakati Harga Beras Rp 9.700 per Kilogram, Minta BULOG Lakukan Ini

Tulisan itu dibuat pada 7 Agustus 1995 oleh keluarga eks Tentara Pelajar Klaten.

"Untuk rumah kedua bangunannya berupa Joglo masih utuh dan lainnya sudah berubah menjadi bangunan rumah modern," imbuhnya.

Ia berharap generasi muda tidak melupakan sejarah dan selalu belajar dari sejarah bangsanya terutama anak-anak muda di Klaten(Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved