Berita Sleman Hari Ini
Dishub Sleman Temukan Slang Rem 20 Jip Wisata Retak, Pemilik Diminta Lakukan Perbaikan
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman melakukan pemeriksaan fisik kendaraan Jip Wisata di Taman Wisata Tebing Breksi, pada Selasa (8/11/2022).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman melakukan pemeriksaan fisik kendaraan Jip Wisata di Taman Wisata Tebing Breksi, pada Selasa (8/11/2022).
Hasil pemeriksaan, sejumlah armada Jip mengalami sedikit kerusakan berupa retak pada slang fleksibel.
Demi keamanan dan keselamatan wisatawan, armada tersebut untuk sementara diminta tidak beroperasi sebelum dilakukan perbaikan.
Baca juga: Penderita Stroke Meningkat Setiap Tahun, Begini Tips Pencegahan dari Fisioterapis RSUP Dr Sardjito
"Hasil pemeriksaan fisik kendaraan ditemukan ada beberapa yang kondisi slang fleksibel-nya retak- retak, sehingga harus diganti. Karena ini berhubungan dengan pengereman. Kalau sudah diperbaiki, besok bisa dicek ulang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Arip Pramana.
Pemeriksaan fisik kendaraan pada Jip wisata ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Dinas Perhubungan setiap tahun.
Bukan hanya di Breksi, pemeriksaan juga dilakukan bagi armada Jip Wisata di kawasan Kaliurang.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dishub Sleman, Bob librianto, ST mengatakan, pemeriksaan fisik kendaraan Jip Wisata tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun lalu.
Di mana ada peningkatan komponen yang diperiksa. Selanjutnya, bagi armada yang telah lolos pemeriksaan fisik maka akan ditempel stiker.
"Stiker ini menandakan standar minimal teknis keselamatan telah terpenuhi," kata dia.
Pemeriksaan Jip Wisata di Taman Wisata Tebing Breksi rencananya akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
Dimulai pada hari Selasa (8/11/2022), dengan melibatkan 64 armada Jip yang diperiksa.
Menurut Bob, mayoritas Jip wisata di Breksi kondisinya masih cukup bagus. Bahkan surat kendaraan juga lengkap.
Namun, saat diperiksa fisik memang ditemukan ada 20 armada yang slang fleksibel-nya retak.
Baca juga: Peradi Yogyakarta Berkunjung ke Tribun Jogja Bahas Rencana Muscab
Puluhan armada tersebut sementara diminta berhenti beroperasi, sebelum diperbaiki.
Sebab, slang fleksibel untuk pengereman dinilai vital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Puluhan-Jip-Wisata-di-Taman-Wisata-Tebing-Breksi-dilakukan.jpg)