Berita Jogja Hari Ini

Cukai Hasil Tembakau Dinaikkan Per 2023, Ini Respons Serikat Buruh Rokok di Jogja

Kalangan buruh atau pekerja produk rokok di Yogyakarta angkat suara menyikapi wacana kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2023 nanti.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM-SPSI) DIY, Waljid Budi Lestarianto. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan buruh atau pekerja produk rokok di Yogyakarta angkat suara menyikapi wacana kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2023 nanti.

Melalui revisi PP No 109 Tahun 2012, tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, CHT kemungkinan bakal melonjak 5-13 persen.

Sebagai informasi, kebijakan itu diklaim sebagai komitmen pengendalian konsumsi demi kepentingan kesehatan.

Sekaligus perlindungan terhadap buruh, petani, konsumen dan industri dengan meminimalisir dampak negatif terkait produk hasil tembakau, serta mengintip peluang dan mendorong ekspor.

Baca juga: Tahun Depan Cukai Rokok Naik 10 Persen

Meski demikian, Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM-SPSI) DIY, Waljid Budi Lestarianto, mengungkapkan, kebijakan tersebut dapat menimbulkan beberapa gejolak.

Satu di antaranya, kenaikan harga jual eceran, yang tentu bakal berdampak pada penurunan penjualan, serta dipastikan berefek di penurunan produksi.

"Padahal, dampak pandemi Covid-19 pada ekosistem pertembakauan sudah sangat terasakan. Baik di segi hambatan operasional, penurunan produksi, maupun biaya dan penyesuaian yang harus dilakukan terkait prokes," ungkap Waljid, Selasa (8/11/2022). 

Karen itu, ia berharap, para pemangku kebijakan bisa memperhatikan perlindungan pekerja dan buruh sektor SKT, khususnya padat karya, serta petani tembakau, akibat kenaikan cukai rokok per tahun 2023.

Lalu, pandangan konsumen mengenai kenaikan harga jual eceran rokok , yang bakal turut melonjak.

Baca juga: Kenaikan Cukai Rokok Tak Pengaruhi Ekspor Taru Martani, Ini Penjelasannya

"Kemudian, mekanisme distribusi DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) juga harus diperhatikan lebih intensif. Maksimalkan penggunannya, untuk para petani tembakau , petani cengkeh , buruh atau pekerja pabrik rokok dan konsumen," tambahnya.

Waljid pun menyampaikan, aspirasi tersebut sudah dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo, serta pihak-pihak, atau kementerian terkait, melalui surat resmi beberapa waktu lalu.

Secara tegas, dirinya meminta, pemerintah mempertimbangkan kembali kenaikan tarif CHT yang diwacanakan per 2023 nanti.

"Kami berharap bisa dipertimbangkan kembali terkait kenaikan cukai hasil tenbakau itu, sebelum diputuskan secara resmi. Terutama cukai sigaret kretek tangan, yang merupakan sektor karya, untuk tidak dinaikkan tarif cukainya di 2023," cetusnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved