Berita Kabupaten Magelang Hari Ini
Takut Terjadi Erosi Susulan Kali Progo, Warga Dusun Ngiwon Magelang Khawatir Ketika Hujan Turun
Warga Dusun Ngiwon, Desa Banyuwangi, Kabupaten Magelang yang terdampak bencana erosi Kali Progo mengaku hingga saat ini belum merasa tenang untuk
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Warga Dusun Ngiwon, Desa Banyuwangi, Kabupaten Magelang yang terdampak bencana erosi Kali Progo mengaku hingga saat ini belum merasa tenang untuk tinggal di rumahnya.
Akibat erosi Sungai yang terjadi pada Jumat (21/10/2022) lalu itu.
Membuat bantaran sungai yang berjarak beberapa meter dari pemukiman warga itu tergerus terbawa air.
Baca juga: Dirut PT JOP Divonis Dua Tahun Enam Bulan, JCW Soroti Molornya Sidang Putusan Kasus Tersebut
Setidaknya, atas bencana alam itu mengakibatkan lima rumah warga yang terancam ambles.
Satu di antaranya, rumah milik Ismiyati (48), dirinya mengaku masih memiliki rasa was-was apabila hujan sedang turun.
"Kalau hujan sudah turun itu merasa was-was. Kemarin, baru saja itu hujan turun sangat deras membuat air dari selokan menggerus lagi pondasi. Itu, pondasi yang menahan tanah dekat sungai untungnya kejadian menjelang Magrib, jadi warga bisa berjaga-jaga," ujarnya saat ditemui dikediamannya, pada Senin (07/11/2022).
Akibat kejadian itu, lanjutnya, warga secara gotong-royong langsung memberikan batu-batuan.
Dengan tujuan, supaya pondasi penahan tanah itu bisa bertahan lebih lama.
"Ya besoknya, warga langsung bergotong-royong dibuat batu-batu untuk mengganjelnya,"terangnya.
Baca juga: Delegasi R20 Belajar Akulturasi Budaya dan Agama Dari Keraton Yogyakarta
Sementara itu, ia mengaku, pihaknya sudah dimintai kartu keluarga (KK) oleh pemerintah setempat untuk rencana relokasi.
Namun, untuk proses pastinya dimulai kapan dirinya belum mendapatkan informasi tentang hal itu.
"Sudah dimintai KK, itu beberapa hari setelah kejadian erosi. Ada lima warga yang dimintai yakni Pak Sutris, Pak Muhromi (suami saya), Pak Azhari, pakAsroni, dan Pak Kholis. Katanya mau dipindah ke sawah bengkok jaraknya dari sini sekitar 1 kilomeran masih satu dusun. Dengar kabar akan dibangun pada 2023 tapi kami juga belum tahu pastinya karena baru sebatas meminta KK," terangnya. (ndg)