Berita Gunungkidul Hari Ini
Kesbangpol Gunungkidul Bentuk Sekolah Penggerak Kerukunan, Gandeng 40 Ormas
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul akan membentuk Sekolah Penggerak Kerukunan. Sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) turut
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul akan membentuk Sekolah Penggerak Kerukunan. Sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) turut digandeng.
Kepala Kesbangpol Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan Sekolah Penggerak Kerukunan ini dibentuk demi menghadapi Pemilu Serentak 2024.
"Fungsinya untuk membangun kerukunan, persatuan dan kesatuan di masyarakat," jelas Johan memberikan keterangannya pada Kamis (03/11/2022).
Baca juga: Profil Paku Alam VIII, Raja Pakualaman 1937-1998 yang Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Oleh Presiden
Menurutnya, anggota dari 40 ormas ini akan dilibatkan menjadi peserta Sekolah Penggerak Kerukunan.
Sejumlah materi program ini pun dirumuskan sesuai kesepakatan bersama ormas.
Materinya meliputi Moderasi Beragama, Wawasan Kebangsaan, Radikalisme, Bela Negara dan Mediasi Konflik.
Termasuk Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
"Panduan penyelenggaran Sekolah Penggerak Kerukunan akan diperkuat lewat Keputusan Bupati," ujar Johan.
Alumni dari Sekolah Penggerak Kerukunan nantinya akan dikukuhkan sebagai kader.
Mereka ditugaskan menjadi katalisator percepatan perwujudan kerukunan dan persatuan kesatuan masyarakat.
Johan pun berharap ormas hingga masyarakat Gunungkidul memberikan dukungan terhadap program ini.
Apalagi ormas dinilai memiliki peran penting dalam upaya menjaga kerukunan di masyarakat.
"Harapannya Gunungkidul semakin bermartabat lewat peran dari para Kader Penggerak Kerukunan," katanya.
Baca juga: SMK Negeri 2 Yogyakarta Dapat Satu Unit Truk Spesifikasi Tertinggi dari Hino
Kesbangpol Gunungkidul saat ini tengah gencar melakukan berbagai kegiatan dalam menghadapi Pemilu 2024.
Tujuannya demi menjaga situasi masyarakat agar tetap kondusif selama pemilu berlangsung.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebelumnya juga berpesan pada warganya untuk saling menjaga kerukunan.
Sebab kerukunan jadi modal sebuah bangsa untuk menjaga persatuan.
"Jika tidak ada kerukunan dan persatuan, tentu akan sangat berdampak pada kehidupan bernegara dan berbangsa," ujarnya. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekolah-Penggerak-Kerukunan-Kamis-03112022.jpg)