Berita Purworejo

Berawal dari Jalankan Usaha Bersama, Pemuda Purworejo Nikahi Gurunya Sendiri

Sigit bertemu pertama kali dengan Rini saat duduk di kelas X. Ia mengaku saat itu tidak pernah menyangka akan memperistri gurunya sendiri.

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Dewi Rukmini
Sigit Setya Budi dan Rini Wulandari saat ditemui Tribunjogja.com di kedai usahanya, Kamis (20/10/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Kisah cinta seorang murid yang menikahi guru di Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah viral di media sosial (medsos) sejak beberapa waktu lalu.

Kisah itu dibagikan sendiri oleh Sigit Setya Budi (24) di akun medsosnya. 

Saat ditemui Tribunjogja.com , Sigit mengaku membagikan kisah cintanya sekadar untuk kenang-kenangan.

Ia tak pernah menyangka unggahan tersebut akan mendapatkan banyak perhatian. 

Lelaki asal Desa Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah itu menikah dengan Rini Wulandari (44), guru bahasa Inggris sebuah sekolah kejuruan di Kabupaten Purworejo .

Baca juga: Mengharukan, ART Asal Purworejo Akhirnya Pulang, Usai Dilarang Pulang selama 17 Tahun di Malaysia

Pernikahan mereka berlangsung pada 11 November 2021 silam. 

Sigit bertemu pertama kali dengan Rini saat duduk di kelas X.

Ia mengaku saat itu tidak pernah menyangka akan memperistri gurunya sendiri.

Apalagi semasa sekolah Sigit jarang bersinggungan dengan Rini. 

"Dulu bertemu istri saat kelas X, karena istri hanya mengajar kelas tersebut. Selebihnya jarang bertemu sih, paling beberapa kali karena istri juga sempat menjadi pembina organisasi sekolah tapi saya hanya anggota biasa," cerita Sigit kepada Tribunjogja.com , Kamis (20/10/2022). 

Setelah lulus sekolah empat tahun kemudian, Sigit mengaku tidak pernah bertemu Rini.

Hingga Lebaran 2020, ada seorang teman yang mengajak Sigit untuk bersilahturahmi ke rumah Rini di Desa Suren, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah.

Mereka pun bertukar kontak. 

Beberapa bulan kemudian, Sigit mendapatkan pesan dari Rini yang sedang mencari partner dan pegawai untuk mengembangkan usaha mie ayam.

Baca juga: Pemuda Berusia 18 Tahun Diringkus Personel Polres Purworejo karena Miliki 50 Butir Pil Sapi

Rini sendiri memang sering menawarkan pekerjaan atau kerjasama usaha kepada mantan muridnya.

Sebelumnya, sudah ada dua alumni yang bekerja dengan Rini. 

"Karena saat itu sekolah masih daring, jadi saya berpikir, 'kenapa bukan saya saja?'. Terus saya mengajukan diri dan dirintis lah usaha bersama," kata Sigit.

Semenjak menjalankan usaha bersama, hubungan Sigit dan Rini pun semakin dekat.

Mereka menjadi sering berkomunikasi dan secara tidak sadar saling memberikan perhatian.

Apalagi saat mereka berdua jatuh sakit akibat Covid-19. 

Perhatian yang mereka curahkan satu sama lain terus berlanjut, bahkan sampai setelah mereka sembuh.

Dari sana lah Sigit merasa mulai tertarik dengan Rini. Perbedaan sosok Rini yang ia ingat kala sekolah dengan saat ini, membuat hati Sigit bergetar. 

"Dulu saat sekolah, saya mengenal istri sebagai orang yang tegas dan disiplin seyogyanya guru. Tetapi ketika bertemu di luar sekolah, ternyata istri saya sangat perhatian, dewasa, dan profesional. Mungkin itu yang membuat saya tertarik dan berani mengajak menikah," urainya.

Niat berkomitmen untuk membangun rumah tangga tidak berjalan serta merta begitu saja.

Awalnya Rini mengira hanya bercanda, sehingga menyuruh Sigit untuk membicarkan hal itu kepada orang tua terlebih dahulu. 

"Sebelum kami meminta ijin ke orang tua masing-masing, istri masih terus mencoba meyakinkan saya. Dia memberi tahu hal-hal pahit yang mungkin terjadi dalam pernikahan. Istri juga mengajak ngobrol tentang rintangan dalam pernikahan dan menanyakan solusi apa yang akan saya ambil," jelasnya.

Baca juga: Seorang Pria di Kutoarjo Nekat Modif Truk Sewaan untuk Timbun BBM di Purworejo

Sigit pun memaklumi tindakan Rini, mengingat wanita tersebut pernah gagal menjalin hubungan rumah tangga sebelumnya. 

Justru diskusi-diskusi tersebut tidak membuat Sigit mundur atas pilihannya.

Ia malah merasa semakin yakin dan mantap untuk membina keluarga dengan Rini. 

"Orang tua sempat kaget, tapi mereka tidak melarang. Sebab, memang dari dulu orang tua selalu mendukung apapun keputusan saya, yang penting dapat bertanggung jawab," tegas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit mengaku sejauh ini tidak menemukan permasalahan serius dalam rumah tangganya.

Ia menilai permasalahan yang ada hampir mirip masalah orang pacaran yang dapat diselesaikan dengan komunikasi. 

"Yang paling penting adalah kejujuran dan saling terbuka dengan pasangan. Kalau ada perbedaan pendapat, usahakan untuk terus berdiskusi mencari maksud dan penyelesaian," tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved