Breaking News:

Kisah Inspiratif

Mengharukan, ART Asal Purworejo Akhirnya Pulang, Usai Dilarang Pulang selama 17 Tahun di Malaysia

Selama 17 tahun menjadi ART di Malaysia, Meri dilarang berinteraksi dengan keluarganya di Purworejo, bahkan tidak diijinkan untuk pulang.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

Tribunjogja.com - Senyum kebahagiaan menghiasi wajah Arif Budi Susanto (28), warga Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Bagaimana tidak?

Ia berhasil membawa pulang kakaknya, Mari Hapsari (32), yang sudah berpisah dengan keluarga selama 17 tahun. 

Arif mengungkapkan, Meri bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah keluarga berdarah Tionghoa di Serawak, Malaysia.

Selama 17 tahun itu, Meri dilarang berinteraksi dengan keluarganya di Purworejo , bahkan tidak diijinkan untuk pulang. 

"Paspor kakak saya ditahan sama majikannya, sehingga tidak bisa pergi ke mana-mana. Kalau mau perpanjangan paspor, dianterin majikan tapi bayar sendiri, katanya dipotong dari gaji bulanan," cerita Arif kepada Tribunjogja.com , Kamis (13/10/2022). 

Arif Budi Susanto saat menceritakan kisah kakaknya, Meri Hapsari, yang ditahan majikan selama 17 tahun di Serawak, Malaysia, Kamis (13/10/2022).
Arif Budi Susanto saat menceritakan kisah kakaknya, Meri Hapsari, yang ditahan majikan selama 17 tahun di Serawak, Malaysia, Kamis (13/10/2022). (TRIBUNJOGJA.COM / Dewi Rukmini)

Mirisnya, selama bekerja Meri tidak pernah satu kali pun menerima hasil jerih payahnya.

Majikan itu disebut tidak memberikan uang gaji sepersen pun kepada Meri.

Untungnya sebelum kembali ke Indonesia, majikan Meri telah membayarkan semua haknya. 

Masih melekat di ingatan Arif, alasan Meri memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Kala itu Ia masih duduk di Kelas 5 SD sekitar 2005.

Baca juga: Kisah TKW yang Setia Rawat Aktor Chen Sung Young, Pengabdiannya Diganjar Warisan Rp 1,6 Miliar

Ia menyebut, Meri memang tidak ingin melanjutkan sekolah ke SMP sebab malu memiliki badan lebih besar dari anak seangkatannya. 

"Waktu itu, kakak memang tidak mau melanjutkan SMP karena malu. Usia kakak sudah jauh lebih tua daripada anak-anak yang lulus SD bersamanya, karena kakak pernah tinggal kelas sekitar dua kali," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved