Tips Kesehatan

Begini Cara Alami Mengobati Batuk dan Pilek pada Anak Tanpa Perlu Minum Obat

Inilah beberapa cara mudah untuk meredakan gejala batuk dan pilek pada anak tanpa perlu minum obat. Salah satunya konsumsi madu.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Yoseph Hary W
DOK. New York Times
Begini Cara Alami Mengobati Batuk dan Pilek pada Anak Tanpa Perlu Minum Obat 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan telah memutuskan untuk menghentikan sementara pemberian obat batuk sirup pada anak-anak.

Kebijakan tersebut dilaksanakan usai maraknya kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak yang diduga terjadi akibat dampak konsumsi obat batuk sirup.

Sampai saat artikel ini ditulis, pihak Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah membentuk tim untuk melakukan penelusuran lebih jauh tentang kasus gangguan ginjal akut. 

Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal (net)

Sementara itu, menurut data dari Kemenkes, per Selasa, 18 Oktober 2022 sudah ditemukan 206 kasus gangguan ginjal akut misterius yang terjadi di 20 provinsi di Indonesia dengan jumlah total kematian sebanyak 99 kasus.

Sebagai tindakan pencegahan, Kemenkes mengimbau agar orangtua tetap waspada dan selalu memantau kesehatan anak.

Saat anak mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk dan pilek misalnya, sebenarnya orangtua bisa melakukan penanganan dengan cara sederhana.

Mengobati batuk pada anak tidak harus menggunakan obat. Ada cara alternatif dan alami yang bisa dilakukan orangtua.

Dirangkum Tribunjogja.com dari laman Healthline.com, Rabu (19/10/2022) berikut beberapa cara alami mengobati batuk pada anak tanpa perlu minum obat.

1. Pastikan anak cukup cairan

indysoftwater.com, Ilustrasi anak minum air putih yang dapat melancarkan BAB
Anak minum air putih (indysoftwater.com)

Memastikan anak cukup cairan adalah hal yang sangat penting dilakukan orangtua ketika anak sedang sakit.

Orangtua perlu memastikan anak tetap terhidrasi serta menjaga agar udara di ruangan tetap lembab.

Salah satu cara untuk memastikan anak Anda mendapatkan cukup air adalah dengan meminta mereka minum air. 

Cara menghitung kebutuhan air harian anak menurut Healthline adalah mengalikan usia anak dengan 0,23 liter air.

Jika anak Anda usia 3 tahun, maka ia perlu mengonsumsi (3 x 0,23) liter air per hari, yaitu 0,69 liter air atau sekitar 700 mililiter (ml).

Jika anak Anda usia 5 tahun, maka ia perlu mengonsumsi (5 x 0,23) liter air per hari, yaitu sekitar 1,15 liter air.

Nah, apabila mereka menolak minum susu atau tidak banyak makan, maka mereka butuh lebih banyak air.

Anda bisa meminta anak untuk minum air setiap satu atau dua jam sekali agar kebutuhan cairan terpenuhi.

Tetapi, jangan memaksa mereka untuk minum air, ya. Anda perlu mencari cara yang lebih kreatif untuk membuat anak minum air tanpa dipaksa.

2. Konsumsi madu (khusus anak usia di atas 1 tahun)

Ilustrasi madu
Madu (Dok.Shutterstock)

Madu adalah pemanis alami yang ternyata bisa membantu meredakan sakit tenggorokan pada anak.

Madu juga memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu melawan infeksi yang terjadi di tubuh anak.

Tapi, madu tidak boleh dikonsumsi anak usia di bawah 1 tahun, ya.

Bayi usia di bawah 1 tahun tidak boleh mengonsumsi madu demi menghindari risiko botulisme.

Sebagai informasi, botulisme adalah penyakit yang menyerang bayi usia di bawah 1 tahun.

Botulisme terjadi ketika bayi menelan bakteri yang kemudian memproduksi racun di dalam tubuhnya. 

Bakteri tersebut adalah Clostridium botulinum, yang banyak ditemukan di tanah, debu, sungai, hingga dasar laut.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), madu dan sirup jagung adalah contoh makanan yang bisa terkontaminasi bakteri penyebab botulisme.

Nah, untuk balita usia di atas 1 tahun yang sedang batuk, Anda dapat memberikan satu sendok madu.

Atau, Anda juga bisa mencampurkan madu ke dalam air hangat untuk memudahkan anak Anda mengonsumsinya.

Jika dicampur dengan air hangat, madu akan memberikan manfaat tambahan untuk membantu menghidrasi anak Anda.

Baca juga: Kenali 8 Gejala Gangguan Ginjal Akut pada Anak dan Cara Mencegahnya Menurut Imbauan Kemenkes

Baca juga: Apa Itu Gagal Ginjal pada Anak yang Juga Ada di DI Yogyakarta? Begini Penjelasan Dokter Spesialis

3. Perhatikan posisi tidur anak, buatlah agar posisi kepala lebih tinggi 

Seperti diketahui, bayi usia di bawah satu setengah tahun umumnya disarankan untuk tidak memakai bantal, atau hanya pakai bantal tipis yang secara khusus dibuat untuk bayi.

Jika sudah lebih besar, biasanya anak sudah pakai bantal. Tapi, terkadang kebiasaan tidur anak yang banyak bergerak membuat kepala mereka sulit menetap di bantal.

Padahal, posisi tidur dengan membuat kepala lebih tinggi bisa membantu meringankan gejala batuk dan pilek.

Sebab, dengan posisi kepala lebih tinggi, anak akan lebih mudah untuk bernapas.

Solusi agar posisi kepala anak bisa lebih tinggi meskipun anak banyak bergerak adalah dengan mengangkat salah satu ujung kasur. 

Anda bisa meletakkan kain atau handuk yang digulung di bawah kasur, pada bagian ujung tempat kepala anak bersandar. Dengan cara ini, posisi kepala anak bisa lebih tinggi.

Tapi, sebelum melakukannya, ada baiknya Anda berkonsultasi dan bertanya dulu pada dokter. 

4. Pakai humidifier atau alat pelembap udara

Ketika anak sakit batuk dan pilek, ada baiknya Anda menggunakan humidifier atau alat pelembab udara.

Dengan cara menambahkan kelembapan udara di dalam rumah, Anda bisa membantu menjaga kelembapan saluran udara pada tubuh anak Anda.

Udara yang lembap akan mencegah keringnya saluran udara pada tubuh dan juga membantu mengendurkan lendir saat anak batuk dan pilek.

Cara itu bisa meringankan gejala batuk dan pilek pada anak yang biasanya disertai dengan hidung tersumbat. 

Jika Anda berniat membeli pelembab udara, pilihlah pelembab udara dingin. 

Sebab, pelembab udara dingin lebih aman untuk anak-anak dan sama efektifnya dengan pelembab udara hangat. 

Bagi Anda yang sudah punya alat pelembap udara, Anda bisa pakai alat itu sepanjang malam di kamar tempat anak Anda tidur. 

Pada siang hari, letakkan humidifier di ruangan tempat anak Anda beraktivitas. 

Baca juga: Jangan Sampai Tumbang Saat Musim Hujan, Coba 5 Jenis Teh Ini untuk Cegah Flu

Baca juga: Ini Dia 5 Obat Alami Flu dan Batuk yang Bisa Dibikin di Rumah, Minim Efek Samping

5. Duduk di kamar mandi beruap

Apabila Anda tidak memiliki humidifier dan tidak berniat membeli, maka cara lain untuk membuat anak menikmati udara lembap adalah dengan duduk di kamar mandi beruap.

Pancurkan air panas di bak mandi, lalu tutup pintu kamar mandi Anda. 

Biarkan anak duduk di kursi kecil yang diletakkan di kamar mandi atau duduk di toilet untuk menikmati udara yang lembap di sekitar kamar mandi.

Hal ini bisa memberikan kelegaan pada anak yang sedang batuk atau pilek.

6. Gunakan balsem bayi

Melansir Parents.com, apabila anak Anda sudah berusia lebih dari 2 tahun, maka Anda bisa memanfaatkan produk balsem hangat khusus bayi.

Anda bisa mengoleskan pada dada anak agar anak dapat lebih mudah bernapas.

Jika masih ragu atau takut seandainya anak tidak sengaja menyentuh balsem dan mengucek mata maupun menyentuh wajah, Anda bisa memakai balsem bayi pada bagian telapak kaki anak. 

Anda bisa tanyakan dulu kepada dokter anak sebelum mempraktikkan cara ini. 

Itulah beberapa cara alami untuk mengobati dan meredakan gejala batuk dan pilek pada anak. (Tribunjogja.com/ANR)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved