Berita DI Yogyakarta Hari Ini

2 Bayi Asal Bantul Meninggal Dunia karena Gagal Ginjal Akut

Selain dua bayi dari Bantul, ada satu pasien dari Sleman yang juga meninggal dunia akibat gagal ginjal akut.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
AFP
Ilustrasi Bayi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua bayi asal Bantul meninggal dunia karena gagal ginjal akut.

Hal tersebut diungkapkan oleh pihak RSUP Dr Sardjito , rumah sakit yang dirujuk untuk menjadi tempat perawatan pasien anak dengan gagal ginjal akut.

Diketahui, per 19 Oktober 2022, RSUP Dr Sardjito merawat 13 anak dengan gagal ginjal akut atipikal.

Kasus tersebut sudah ditemukan sejak Bulan Januari 2022.

Namun, dari 13 anak itu, enam diantaranya meninggal dunia, empat masih dirawat intensif dan biasa, serta tiga lainnya sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Temuan 13 Kasus Gagal Ginjal Akut di Yogyakarta, Sekda DIY: Kita Sama-sama Cari Penyebabnya

“Dua dari enam pasien meninggal dunia ini adalah bayi berusia 7-11 bulan dari Bantul . Bayi-bayi ini belum mengonsumsi makanan instan, MPASI-nya pun juga bukan yang kemasan, hanya yang langsung dibuat oleh orang tuanya. Mereka masih konsumsi Air Susu Ibu (ASI),” kata dr. Kristia Hermawan M.Kes. Sp.A yang menjadi bagian dari tim medis penanganan gagal ginjal akut pada anak di RSUP Dr Sardjito dalam konferensi pers di Ruang Bulat, Gedung Administrasi RSUP Dr Sardjito , Rabu (19/10/2022).

Selain dua bayi dari Bantul itu, ada satu pasien dari Sleman yang juga meninggal dunia akibat gagal ginjal akut.

Dia meninggal di usia 10 tahun 1 bulan.

Dikatakan Kristia, saat bayi dilarikan ke RSUP Dr Sardjito , kondisinya sudah masuk dalam kategori berat dengan ciri ginjal dan organ lain tidak berfungsi semestinya.

“Untuk dua kasus bayi itu, saat dibawa ke rumah sakit, selain gangguan ginjal, juga mengalami permasalahan paru-paru atau pernapasan, persoalan jantung, dan fungsi hati atau livernya yang mengalami peningkatan enzim,” kata Kristia.

Ia menjelaskan, komplikasi sedemikian berat itu kemudian bermuara pada gagal ginjal ini menjadi kajian tim medis.

Mereka juga mengira apakah pemicunya merupakan bahan toksin atau peradangan akibat infeksi tertentu.

“Hanya saja dari berbagai komplikasi organ itu, gangguan terberat memang ketika ginjal bayi itu sudah tak berfungsi baik,” kata Kristia.

Padahal, kata Kristia, ginjal berfungsi utama mengeluarkan cairan dan racun dalam tubuh.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved