Berita Kota Yogya Hari Ini
BPS Bakal Update Data, 129.923 Warga Kota Yogyakarta Jadi Sasaran Sensus Regsosek
Sebanyak 129.923 kepala keluarga di Kota Yogyakarta bakal disasar pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) oleh Badan Pusat Statistik (BPS)
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 129.923 kepala keluarga di Kota Yogyakarta bakal disasar pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 Oktober-14 November 2022.
Nantinya, data tersebut menjadi patokan pemerintah pusat, untuk menggulirkan sebuah kebijakan.
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Mainil Asni, mengatakan, pendataan Regsosek tersebut, menyasar 100 persen kapala keluarga di wilayahnya.
Sehingga, hasilnya pun berbeda dibandingkan sensus-sensus sebelumnya. Selain itu, deretan pertanyaan yang diajukan oleh petugas otomatis lebih detail dan rinci.
Baca juga: Terima Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Rp 2,9 Miliar, Warga Jogonalan Klaten Tak Kuasa Tahan Air Mata
"Karena Regsosek ini nanti menjadi satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat, yang dimutakhirkan oleh setiap kementerian. Apapun kebijakan yang dimunculkan, ke depan mengacu ke sana semua," tandasnya, di sela jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/10/2022) sore.
Dengan waktu yang relatif singkat, BPS pun harus menerjunkan 652 petugas sekaligus, terdiri dari 449 PPL, 131 PML dan 22 Koseka.
Sementara format yang digunakan dalam pendataan ini masih bersifat manual dengan kuisioner. Skema online tidak dipilih, karena pertanyaan yang diajukan lebih banyak.
"Jadi, kita akan melakukan sensus door to door, dari rumah ke rumah. Kalau memakai gadget kita khawatir ada informasi yang delay, karena pertanyaan yang kita ajukan dalam sensus ini berbeda dari sebelumnya, lebih banyak yang kita gali," terangnya.
Bahkan, lanjut Mainil, di samping bergerak door to door ke rumah warga, BPS juga menyasar penduduk homeless, yang tidak memiliki rumah.
Pihaknya sudah mengagendakan satu waktu khusus untuk mendata penduduk-penduduk kurang beruntung tersebut, supaya mereka tidak luput dari sensus.
Baca juga: KLARIFIKASI Pihak UGM Terkait Isu Ijazah Palsu Presiden Jokowi
"Ada satu hari kita terjun ke lapangan malam hari, ya, untuk mendata warga di emperan, karena tidak punya rumah dan sebegainya. Kita agendakan pendataan khusus itu 29 Oktober 2022," cetusnya.
"Kami berharap masyarakat berpartisipasi aktif dan memberi jawaban sesuai fakta. Sebab, hasil sensus ini akan dijadikan dasar pemerintah, untuk menentukan sebuah kebijakan," tambah Mainil. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Kota-Yogyakarta-Mainil-Asni111022.jpg)