Menuju Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 2022-2027, Bank BPD DIY Siap Kontribusi Lebih Luas
Selama ini kerja sama antara Bank BPD DIY dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) sudah berjalan dengan baik.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai bank pembangunan daerah, Bank BPD DIY siap untuk berkontribusi lebih luas di ranah perbankan, di masa kepempinan baru Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta tahun 2022-2027.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, menjelaskan selama ini kerja sama antara Bank BPD DIY dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) sudah berjalan dengan baik.
Maka, kerja sama ini, diharapkan bisa semakin meningkat di masa yang akan datang.
“Kami pastinya akan mendukung visi misi prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di masa pemerintahan 2022-2027,” ujar Santoso kepada Tribun Jogja, Jumat (7/10/2022).
Selama ini, dijelaskannya, dividen Bank BPD DIY selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Ini menjadi bukti bank untuk bertanggung jawab kepada Pemda DIY.
“Kepercayaan Pemda DIY kita wujudkan dengan pelayanan yang baik, prestasi, pertumbuhan kredit UMKM. Kami sadar DIY tumbuh dari UMKM dan pariwisata,” papar dia.
Dari prestasi itu, Pemda DIY memberikan kepercayaan pada Bank BPD DIY yang diwujudkan dalam bentuk pengelolaan keuangan daerah, termasuk digitalisasi.
“Dan juga setoran modal. Target kita Rp3 triliun. Insya Allah tercapai. Pemda juga fokus untuk memberi setoran modal. Setoran modal ini meningkatkan kemampuan bank untuk memberi kontribusi perumbuhan ekonomi, dividen dan digitalisasi,” terang dia.
Dia mengatakan, visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY diterjemahkan ke dalam rencana bisnis dan kerja Bank BPD DIY.
Pertama, rencana mengenai reformasi kalurahan dan menumpukan kalurahan sebagai pusat pertumbuhan perekonomian masyarakat.
“Bank BPD DIY harus hadir di sana. Keuangan pemda sampai di level kalurahan. Kami juga berencana mengembangkan BUMDes yang ada di sana. Mereka akan terbaca di pelayanan digital semua,” tegasnya.
Kedua, Bank BPD DIY berjanji hadir dalam pemberdayaan kawasan selatan yang memang jadi prioritas Gubernur DIY.
Ketiga, berkaitan dengan pengembangan budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi.
“Tiga hal itu saling mendukung. Kalau kita hanya mengandalkan jaringan konvensional, kita juga tidak bisa, ketinggalan zaman. Dua-duanya kita capai,” terangnya.
Ia mengungkap, Bank BPD DIY tidak hanya mengaktifkan layanan kas di setiap kapanewon, tapi juga menggunakan strategic business unit.
Hal itu dilakukan agar masyarakat mendapatkan pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dimilikinya.
“Cabang pembantu punya fungsi itu. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kalurahan dan kapanewon, kita wajibkan semua unit kerja yang ada di paling ujung untuk membantu,” kata dia.
Di masa pemerintahan ini, Bank BPD DIY memegang teguh kepercayaan dari Gubernur DIY yang memiliki konsep ‘Among Tani Dagang Layar’.
“Harapan kami kepada Ngarsa Dalem dan Gusti Paku Alam, bagaimana Pemda DIY bisa memanfaatkan Bank BPD DIY lebih optimal lagi, khususnya dalam hal mempercepat pembangunan,” jelas Santoso.
Dia menilai, Pemda DIY masih bisa memaksimalkan peran positif bank pembangunan daerah melalui pembiayaan daerah.
“Pembiayaan daerah bisa untuk infrastruktur dan yang lain. Contoh, pembangunan suatu gedung, biasanya itu multi years. Mengapa tidak pembangunannya diselesaikan satu tahun, tapi pembayarannya yang multi years,” katanya.
“Ini lebih enak, bangunannya bisa segera dimanfaatkan. Kalau multi years, anggaran tahun ini, tahun besok, jadi bangunan dipakai di tahun ketiga. Kalau memanfaatkan pembiayaan daerah, tahun ini bisa diselesaikan, anggarannya yang multi years. Ini bisa dioptimalkan lagi,” tukas Santoso. (*)