Berita Bantul Hari Ini

Capaian Vaksinasi Booster di Bantul Masih Rendah, Masyarakat Diimbau Terapkan PHBS

Selama ketersediaan dosis vaksin masih ada, Dinkes Bantul pun tetap akan terus melakukan vaksinasi massal. 

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Vaksinasi massal kerjasama Dinkes Bantul dan BINDA DIY di sentra vaksinasi Dinkes Bantul, Jumat (7/10/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat capaian vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster di wilayah Bantul relatif masih rendah.

Meskipun dalam satu minggu ada saja warga masyarakat yang melakukan vaksinasi booster, namun jumlah itu pun hanya merangkak naik sedikit.

Langkah percepatan pun terus dilakukan, di antaranya melalui vaksinasi massal pada Jumat (7/11/2022) yang terselenggara atas kerjasama Dinkes Bantul dengan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DIY.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso, menyatakan jika dalam pendataan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemilihan Ekonomi Nasional (KCPN), angka vaksinasi booster sekitar 29 persen, itu pun masih rendah.

"Tetapi kalau berdasarkan kinerja fasilitas kesehatan Bantul, masih di bawah itu. Artinya ada masyarakat vaksin di luar Bantul, tapi sudah tercatat ke nasional. Kalau berdasarkan kinerja memang sekitar 87 persen masyarakat mengakses vaksinasi di Bantul, sisanya di luar Bantul," ujarnya.

Dari data kinerja Faskes Bantul, capaian dosis 1 sudah mencapai 89 persen, dosis 2 sebanyak 85 persen, vaksin booster 27 persen dan vaksin keempat untuk nakes 52 persen.

Terkaitnya rendahnya capaian vaksinasi booster ini,  jika dilihat dari kinerja faskes, pria yang akrab disapa dokter Oki ini menyatakan bahwa hal itu bukan dikarenakan masyarakat mengakses layanan vaksin di luar Bantul, tetap karena kemauan atau kesadaran masyarakat yang merasa belum butuh booster.

Selama ketersediaan dosis vaksin masih ada, pihaknya pun tetap akan terus melakukan vaksinasi massal. 

"Selain melakukan percepatan vaksinasi, kami mengimbau agar masyarakat dapat tetap menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) agar terhindar dari Covid-19 dan penyakit lainya," imbuhnya.

Terlebih di akhir tahun ini diperkirakan akan terjadi mobilisasi masyarakat dan hal itu harus diantisipasi sejak dini.

Walaupun sudah ada kelonggaran boleh tidak mengenakan masker di ruang terbuka, namun masyarakat tetap diingatkan untuk mengenakan masker di ruang tertutup misalnya seperti di kereta, pesawat dan raung tertutup ber-AC.  

"Untuk saat ini di wilayah Bantul, tidak ada lonjakan kasus yang berarti. Artinya kasus Covid-19 tetap ada, hanya angka kejadian atau incidence rate kurang dari 10 persen, biasanya kita hitung per 100 ribu penduduk," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Vaksinasi Bantul BINDA DIY, Nugroho menyatakan bahwa salah satu program BIN adalah membantu pemerintah melakukan percepatan paket lengkap vaksinasi atau sampai booster.  

"Supaya masyarakat itu juga sehat, aman dari terpapar virus Covid-19. Karena sudah ada bukti dengan percepatan ini, angka persebaran juga sudah menurun," terangnya.

Namun demikian, karena kasus Covid-19 mengalami penurunan tetapi salah diartikan oleh masyarakat bahwa virus tersebut sudah tidak ada.

Padahal menurutnya, sampai kapan pun virus tersebut tidak akan hilang.

Maka dari itu, masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan fasilitas vaksinasi yang saat ini gratis.  

"Meski ke depan akan ada kebijakan transisi dari pandemi ke endemi, masyarakat tetap harus menjaga kesehatannya masing-masing. Harus muncul kesadaran dari masyarakat, bahwa vaksinasi ini penting untuk menangkal virus ini, karena virus Covid-19 ini akan tetap ada," terangnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved