Tragedi Kanjuruhan Arema Vs Persebaya

BUNTUT Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang, Begini Kabar Selengkapnya

Buntut dari kasus tragedi Stadion Kanjuruhan, Listyo Sigit resmi mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat usai kejadian tragedi kelam ini.

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Yoseph Hary W
Instagram Polres Malang
BUNTUT Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang, Begini Kabar Selengkapnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Buntut dari kasus tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang yang merenggut 125 nyawa dari suporter Aremania, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit resmi mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, Senin (3/10/2022).

Kabar tersebut diungkapkan Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Malang.

AKBP Ferli Hidayat dicopot dan kemudian dimutasi ke SSDM Polri. 

Jabatan Kapolres Malang kemudian diserahkan kepada AKBP Putu Kholis Aryana yang semula menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok

Hal ini diputuskan berdasarkan surat telegram ST 2098/X/Kep/2022.

Baca juga: Update Terkini Jumlah Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan pascalaga Arema vs Persebaya Menurut Kemenkes

“Malam hari ini juga bapak Kapolri mengambil satu keputusan memutuskan berdasarkan surat telegram nomor ST/2098/X/KEP/2022 menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, dimutasikan sebagai pamen AS SDM Polri,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo seperti dikutip Tribunjogja.com dari Kompas TV, Senin (3/10/2022).

KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan
KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan (Surya Malang/Purwanto)

Tak hanya mencopot Ferli, Irjen Dedi Prasetyo juga mengumumkan bahwa saat ini menonaktifkan Danyon, Danki, dan Danton Brimob sebanyak 9 orang sesuai perintah Kapolri, Kapolda Jawa Timur.

“Sesuai perintah Kapolri, Kapolda Jatim pun melakukan langkah yang sama melakukan penonaktifan jabatan Danyon Danki dan Danton Brimob sebanyak 9 orang,” ucap Dedi.

"Danyon atas nama AKBP Agus Waluyo. Kemudian Danki AKP Khas Darman, Danton Aiptu Solihin, Aiptu M Syamsul, Aiptu Ari Dwiyanto, Danki atas nama AKP Untung, kemudian Danton atas nama AKP Danang, kemudian Danton AKP Nanang, kemudian Danton Aiptu Budi," ucapnya Dedi.

Dedi juga menyampaikan bahwa Polri telah melakukan pemeriksaan 20 orang saksi.

Polri telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Baca juga: Liga 2 Turut Ditunda, PSIM Yogyakarta Minta Evaluasi Menyeluruh

"Dari hasil pemeriksaan tersebut tim melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan," tambahnya Dedi.

Sebelumnya, kerusuhan Stadion Kanjuruhan terjadi usai sang taun rumah, Arema FC mengalami kekalahan saat bertanding melawan Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu (1/10/2022).

Kronologi Lengkap Ricuh Suporter Arema vs Persebaya yang Tewaskan 127 Orang
Kronologi Lengkap Ricuh Suporter Arema vs Persebaya yang Tewaskan 127 Orang (KOMPAS.COM/Imron Hakiki)

Setelah pertandingan itu berakhir, sekitar pukul 22.00 WIB, kondisi di dalam stadion mendadak ricuh. Pada awalnya, kericuhan terjadi di tengah lapangan.

Tak lama kemudian, kericuhan itu mengarah ke bagian tribun penonton.

Kondisi akhirnya menjadi semakin mencekam karena banyak suporter yang terinjak-injak hingga sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan ke tribun stadion.

Kejadian itu memakan sebanyak 125 korban meninggal dunia dan 330 korban mengalami luka-luka.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved