Liga 2

Liga 2 Turut Ditunda, PSIM Yogyakarta Minta Evaluasi Menyeluruh

Chief Executive Officer PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo tegas meminta semua pihak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Surya Malang/Purwanto
KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan 

TRIBUNJOGJA.COM-  Kompetisi Liga 2 2022-2023 pun turut ditunda buntut tragedi Kanjuruhan setelah pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Berdasarkan surat Nomor 584/LIB-KOM/X/2022 perihal Pemberitahuan Penundaan Kompetisi Liga 2 2022/2023, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) mengabarkan jika Liga 2 resmi ditunda selama dua pekan.

"Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, bersama ini perkenankanlah PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) menyampaikan pemberitahuan bahwa kompetisi Liga 2 - 2022/2023 DITUNDA selama 2 (dua) pekan dan perkembangan selanjutnya menunggu kebijakan otoritas Pemerintah melalui PSSI," tulis pernyataan PT LIB.

"Selanjutnya, PT. LIB akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada klub peserta Liga 2 2022/2023 dan segala perkembangan akan diinformasikan pada kesempatan pertama."

Sementara itu, kompetisi Liga 1 2022-2023 sudah ditunda sementara.

Terkait penundaan tersebut, Chief Executive Officer PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo tegas meminta semua pihak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Di samping itu penundaan sementara diharapkan memberi kesempatan semua pihak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan bisa menerapkan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Bima.

Bima Sinung Widagdo mengapresiasi langkah dari LIB untuk menghentikan sementara seluruh kompetisi, baik Liga 1 maupun Liga 2.

"Kami mengapresiasi dan menyetujui sepenuhnya keputusan LIB yang menghentikan sementara pelaksanaan Liga untuk waktu paling tidak 2 pekan," ungkap Bima.

"Dalam situasi saat ini keputusan tersebut dirasa tepat, karena pertama untuk alasan kemanusiaan, dimana saat ini persepakbolaan nasional baru saja ditempa bencana yang demikian besar yang mengakibatkan begitu banyak korban jiwa," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya terjadi kericuhan setelah pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Pertandingan itu dimenangkan oleh Persebaya Surabaya dengan skor 3-2.

Setelah laga berakhir, oknum suporter Arema FC turun kelapangan.

Pihak keamanan pun menembakan gas air mata ke bagian bawah pagar pembatas.

Akan tetapi, asap gas air mata mengarah ke tribune dan mengepul di sisi selatan, sehingga suporter berlarian ke pintu keluar.

Akibat kericuhan itu merenggut ratusan nyawa.

Sementara ratusan lainnya terluka dan menjalani perawatan.

(han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved