Berita Jogja Hari Ini

BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada Potensi Bencana Musim Pancaroba

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta masyarakat waspada potensi bencana hidrometeorologi saat musim pancaroba

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta masyarakat waspada potensi bencana hidrometeorologi saat musim pancaroba.

Terutama saat musim hujan yang kini telah tiba, ancaman angin kencang hingg banjir bisa muncul kapan saja. 

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan rata-rata DIY akan memasuki musim hujan pada dasarian II atau sekitar pekan ketiga Oktober 2022. 

Baca juga: MM FEB UGM Naik Peringkat dalam Aspek Entrepreneurship and Alumni Outcomes 

Namun di wilayah Jogja Utara maupun timur perkiraan datangnya musim pancaroba justru bisa maju atau mundur dari perkiraan awal. 

Masyarakat bisa mengetahui kapan musim pancaroba tiba dari ciri-cirinya yang seringkali ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang.

"Seperti yang terjadi pada Minggu (2/10/2022) tu salah satunya yang cukup lebat sebagai pertanda," katanya saat ditemui di Kantor BPBD DIY, Senin (3/10/2022).

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar peka terhadap segala kemungkinan potensi bencana hidrometeorologi, sehingga bisa terhindar dari potensi bencana.

Masyarakat juga diminta untuk aktif dalam membantu mengurangi faktor risiko bencana, seperti memangkas pohon rindang yang volume rantingnya sudah cukup banyak dan membahayakan ketika terjadi angin kencang.

Hal tersebut untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana akibat angin kencang dan hujan deras.

"Angin kencang itu faktor alam yang biasa, tetapi bisa menjadi bencana ketika bertemu dengan pohon rapuh, tua, rimbun atau bangunan yang sudah rapuh karena usia. Ini perlu menjadi perhatian masyarakat," katanya.

Selain itu peningkatan volume deras selama hujan juga bisa mengakibatkan banjir.  Masyarakat sendiri bisa memetakan titik mana saja yang tidak rawan banjir sebagai upaya mitigasi bencana.

Misalnya saat banjir menggenangi satu lokasi, masyarakat bisa berpindah ke titik yang sudah dipersiapkan sebelumnya agar aman dari banjir. 

"Karena volume air ini cukup tinggi, sehingga limpasan air dari sungai juga harus diantisipasi," ucapnya.

Adapun saat hujan lebat pada Minggu, dilaporkan adanya empat rumah yang terendam banjir di pinggiran Sungai Gajah Wong.

Baca juga: Kadernya Terseret Kasus Dugaan Penipuan CPNS, Gerindra DIY Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Tepatnya di Pedak Baru, Banguntapan, Bantul. Selain itu ada sejumlah titik longsor seperti di Piyungan, Bantul dan beberapa titik di Kulonprogo.

Biwara memastikan penanganan terhadap dampak hujan deras tersebut langsung dilakukan dengan melibatkan semua unsur.

BPBD DIY menyiagakan petugas melakui Tim Reaksi Cepat yang bertugas selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam selama musim pancaroba.

"Sebagai instansi yang menangani bencana tentunya kami siapkan personel untuk siap selama 24 jam ketika terjadi bencana. Setiap hari ada yang piket juga di kantor selama 24 jam juga," pungkasnya. (hda)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved