Pesan Presiden Jokowi Hadapi Resesi Global Tahun 2022, Eman-eman APBN

Menghadapi ancaman resesi global, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan agar APBN untuk digunakan sebaik mungkin dan dieman-eman.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Dok.UOB Indonesia
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam UOB Economy Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022). 

Tribunjogja.com - Dunia diprediksi masuk jurang resesi ekonomi pada 2023 mendatang. Resesi ekonomi global ini dipicu kenaikan suku bunga yang diambil bank sentral beberapa negara untuk menekan inflasi.

Menghadapi ancaman resesi global, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan agar APBN untuk digunakan sebaik mungkin dan dieman-eman.

Menurut Jokowi, hingga saat ini masih belum bisa dikalkulasikan kekuatan resesi global dan pengaruhnya terhadap situasi ekonomi.

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meluncurkan food estate mangga di Gresik, Senin (22/8/2022).
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meluncurkan food estate mangga di Gresik, Senin (22/8/2022). (Dokumentasi/Sekretariat Presiden)

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan pada acara pengarahan Presiden RI kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta Convention Center, Kamis (29/9/2022). 

"Krisis finansial baru saja sebuah negara mengajukan APBN di Inggris, kemudian pasar melihat langsung yang namanya nilai tukar di semua negara goncang dan melemah terdepresiasi termasuk kita, hati-hati ketidakpastian ini, mengenai ketidakpastian ini," ujar Jokowi.

"Tiap hari kita selalu diingatkan dan kalau kita baca baik di media sosial di media cetak, di media online semuanya mengenai resesi global, tahun ini sulit dan tahun depan sekali lagi saya sampaikan akan gelap. Dan kita tidak tahu badai besarnya seperti apa sekuat apa tidak bisa dikalkulasi," kata dia.

Baca juga: Dunia Terancam Masuk Jurang Resesi Tahun 2023, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Terlebih, kata Jokowi, kondisi perang antara Ukraina dengan Rusia yang tak kunjung usai ikut mempengaruhi resesi dunia. Kepala Negara mengungkapkan, baru-baru ini, ada empat wilayah di Ukraina yang menggelar referendum.

"Di Donetsk, Zaporizhzhia, Kherson, Luhansk makin merumitkan lagi kapan akan selesai dan imbasnya ke ekonomi seperti apa makin rumit," kata dia.

Sejalan dengan itu, Jokowi mengingatkan kembali soal inflasi yang saat ini ditakutkan banyak negara. Sebab, nilai inflasi di sejumlah negara melonjak sangat tinggi. "Inflasi semua negara biasanya hanya 1 sekarang 8, lebih dari 10 dan bahkan ada lebih dari 80 persen, ada 5 negara. Oleh sebab itu kita harus kompak, harus bersatu dari pusat provinsi kabupaten kota sampai ke bawah.

"Dan semua kementerian lembaga seperti saat kita kemarin menangani Covid-19, kalau Covid-19 bisa bersama-sama urusan inflasi ini kita harus bersama-sam," kata dia.

Ilustrasi
Ilustrasi (ft)

Sebelumnya, Jokowi sempat beberapa kali menyinggung soal gelapnya kondisi ekonomi tahun depan.

Empat hari lalu, Jokowi mengatakan, dengan konflik Rusia dan Ukraina yang terus berlangsung ini akan berdampak pada negera lainnya. Ia memperkirakan, tahun 2023 ekonomi dunia akan semakin gelap sebagai dampak perang Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak Ferbruari 2022.

“Dunia sekarang ini pada posisi yang tidak gampang dan betul-betul sulit di mana tahun depan akan lebih gelap,” kata Jokowi di ICE – BSD, Senin (26/9/2022). Jokowi mengatakan, beberapa dampak yang dirasakan oleh Indonesia dan dunia akibat perang Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai ini, seperti krisis energi, pangan, dan finansial akan membebani pergerakan ekonomi di tahun 2023.

Sebelumnya pada Agustus, Jokowi menyampaikan hal senada. Jokowi memprediksi kondisi ekonomi dunia pada 2023 akan lebih sulit daripada tahun ini. Prediksi tersebut berdasarkan rangkuman informasi yang ia dapat saat bertemu para pemimpin dunia, seperti Sekjen PBB Antonio Guterres, para kepala lembaga internasional, dan semua kepala negara G7.

"Beliau-beliau menyampaikan, Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit, terus kemudian tahun depan seperti apa? Tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati, bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia," ujar Jokowi saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022, di Sentul International Convention Center di Bogor, sebagaimana disiarkan YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved