Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Harga Material Naik 10-20 Persen, Gapensi DIY Berharap Ada Ekskalasi Nilai Kontrak

BPD Gapensi DIY mengeluhkan harga material yang meroket akibat kenaikan BBM.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pimpinan Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Daerah Istimewa Yogyakarta keluhkan harga material yang meroket akibat kenaikan BBM. 

Ketua Gapensi DIY, Zuharsono Ashari mengatakan hampir seluruh material mengalami kenaikan 10-20 persen.

Menurut dia, material yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah semen.

Dari yang sebelumnya Rp40ribu menjadi Rp50ribu. 

Baca juga: Berharap Lebih Dilibatkan dalam Proyek Fisik, Gapensi Kota Yogya Dorong Perubahan Regulasi

Aspal beton juga mengalami kenaikan, dari Rp1,1 juta menjadi sekitar Rp1,3 juta. 

"Kalau kontruksi ini kan jalan dan gedung. Semen kan termasuk material penting untuk konstruksi. Selain semen, aspal juga penting untuk jalan. Semua material mengalami kenaikan 10-20 persen, termasuk besi dan lain-lain," katanya, Selasa (27/09/2022). 

Zuharsono menerangkan kenaikan BBM pada 3 September lalu membuat kontraktor di DIY pusing.

Bagaimana tidak, kontraktor sudah mengikuti lelang pada Januari, dilanjutkan dengan teken kontrak, dan melakukan pekerjaan. 

Kenaikan material tersebut sayangnya tidak dibarengi dengan naiknya nilai kontrak.

Mau tidak mau, kontraktor harus melakukan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. 

Baca juga: ORI DIY Ungkap Jual Beli Seragam Keuntungan Fantastis, Disdik Sleman: Tak Semua Melakukan Itu

"Kalau untuk proyek besar-besar, banyak ada kerugianlah. Tetapi kalau proyek kecil ya dimepet-mepetkan, ada efisiensi. Itu risiko kami, karena kan sudah teken kontrak. Ya mau tidak mau tetap kami selesaikan sesuai kontrak," terangnya.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pimpinan pusat, harapan kami ada ekskalasi nilai kontrak. Karena kan harga material naik, tapi nilai kontraknya tetap. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan," lanjutnya. 

Ia pun berharap pemerintah daerah dapat melakukan ekskalasi nilai kontrak.

Apalagi mayoritas proyek yang dikerjakan anggota Gapensi DIY berasal dari proyek APBD dan APBN. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved