Jual Beli Seragam Sekolah

ORI Perwakilan DIY Temukan Modus Jual Beli Seragam Sekolah di Yogyakarta, Keuntungannya Fantastis

Pertama, lembaga ORI DIY menemukan bahwa pihak sekolah bersekongkol dengan salah satu toko seragam yang ditunjuk untuk menawarkan paket seragam kepada

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Miftahul Huda
Ketua ORI perwakilan DIY bersama tim menggelar jumpa pers di ruang rapat ORI DIY, Senin (26/9/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perwakilan Lembaga Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan sejumlah fakta mengenai praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah.

Jual beli seragam di lingkungan sekolah tidak dibolehkan sebab telah diatur dalam pasal 181 dan Pasal 198 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, yang intinya pendidik dan tenaga kependidikan, dewan pendidikan, maupun komite dilarang untuk menjual seragam ataupun bahan seragam.

Pelarangan jual beli seragam dilingkungan sekolah juga diamanatkan pada Pasal 4 Ayat (1) dan (2) Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Seolah tutup mata, sejumlah instansi sekolah di DIY masih saja menjual seragam dengan berbagai siasat.

Fungsi penegakan aturan yang semestinya berjalan namun terkesan lamban.

Hingga akhirnya, lembaga ORI perwakilan DIY menemukan sejumlah catatan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022.

Baca juga: Bupati Halim Bersyukur 912.073 Warga Bantul Telah Terdaftar Sebagai Peserta JKN

Salah satu hal yang mengejutkan yakni tentang keuntungan jual beli seragam yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Pertama, lembaga ORI DIY menemukan bahwa pihak sekolah bersekongkol dengan salah satu toko seragam yang ditunjuk untuk menawarkan paket seragam kepada wali murid.

Kedua, tedapat selisih harga antara seragam yang dijual di lingkungan sekolah dengan harga yang dijual dipasaran.

Per satu paket seragam yang terdiri dari lima item itu dijual oleh pihak sekolah berkisar antara Rp1.175.000.

"Modusnya sekarang berubah. Bukan lagi sekolah yang menyampaikan ke wali murid. Tapi sekolah mengundang pihak toko seragam untuk presentasi barang. Termasuk item-item seragam apa saja yang dijual beserta harganya. Dari kwitansi yang kami dapat ada menitip Rp 1.175.000," kata Kepala Keasistenan Pencegahan Lembaga ORI Perwakilan DIY Chasidin, di ruang rapat kantor ORI DIY, Senin (26/9/2022).

Dia menjelaskan, dengan harga paket seragam yang dimaksud, pihak sekolah mengambil keuntungan Rp300.000 sampai dengan Rp500.000 per satu paketnya.

Tim Lembaga ORI DIY melakukan pemantauan ke lapangan, baik ke toko seragam yang ditunjuk pihak sekolah maupun toko seragam lain.

Pihaknya kemudian membandingkan harga seragam di toko yang ditunjuk sekolah dengan harga di pasaran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved