Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Bersyukur 912.073 Warga Bantul Telah Terdaftar Sebagai Peserta JKN

Sebanyak 912.073 jiwa penduduk Kabupaten Bantul telah terdaftar sebagai peserta JKN dari total jumlah penduduk 957.352 jiwa.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menerima piagam penghargaan UHC Kabupaten Bantul di Pendopo Parasamya Bantul, Senin (26/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul meraih predikat Universal Health Coverage (UHC). Terhitung mulai 1 September 2022, sebanyak 912.073 jiwa penduduk Kabupaten Bantul telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari total jumlah penduduk 957.352 jiwa atau sebesar 95,27 persen.

Baca juga: Bupati Halim Terima Penghargaan Opini WTP Atas Laporan Keuangan Pemkab Bantul dari Menteri Keuangan

Baca juga: Bupati Abdul Halim Berharap Pembangunan Ekonomi di Tirtohargo Harus Tumbuh Inklusif

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkapkan, rasa syukurnya atas capaian UHC ini. Ia juga menegaskan, bahwa UHC harus diimbangi dengan layanan kesehatan yang accessible.

"Kami bersyukur atas capaian ini, hampir satu juta warga Bantul bisa mengakses layanan kesehatan dengan penjaminan JKN. Untuk mendukung optimalisasi jaminan kesehatan nasional, serta menjaga cakupan UHC ini, Pemkab Bantul telah mengeluarkan regulasi surat edaran bupati tentang optimalisasi JKN di wilayah Kabupaten Bantul," ujar Abdul Halim, saat acara Penyerahan Piagam dan Deklarasi UHC Kabupaten Bantul di Pendopo Parasamya Bantul, Senin (26/9/2022).

Menurut Abdul Halim Muslih, ini merupakan komitmen dan kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi warganya. Tak hanya soal kepesertaan jaminan, tetapi ketersediaan sarana prasarana fasilitas kesehatan yang mudah dan accessible juga terus disempurnakan.

"Maka dalam RPJMD Kabupaten Bantul menempatkan pemenuhan sarana prasarana kesehatan jadi prioritas. Sehingga, seluruh masyarakat Bantul bisa mendapatkan layanan kesehatan secara memadai, layak dan optimal bukan hanya kepesertaan BPJS kesehatan saja," sambung Bupati Halim.

Halim pun menyatakan, sektor kesehatan menjadi sektor prioritas dan pihaknya terus berupaya untuk mencapai beberapa indikator penting, seperti turunnya angka stunting, gizi buruk hingga kematian ibu dan anak.

"Maka, kami terus menyempurnakan pemerataaan pusat-pusat layanan kesehatan. Kita membangun lagi satu rumah sakit tipe D. Terdistribusinya layanan kesehatan ini untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat," tandas Bupati Bantul. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved