Muncul Kabar Soal Kudeta Militer di China, Begini Analisis Pengamat

Sejumlah postingan di media sosial menyebut Xi Jinping telah dicopot dari posisinya sebagai Kepala Tentara Pembebasan China (PLA).

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
GREG BAKER / AFP
Presiden China Xi Jinping menyanyikan lagu kebangsaan saat resepsi di Aula Besar Rakyat pada malam Hari Nasional China di Beijing pada 30 September 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, CHINA - Publik China digegerkan dengan pemberintaan soal kudeta terhadap Presiden China Xi Jinping.

Sejumlah postingan di media sosial menyebut Xi Jinping telah dicopot dari posisinya sebagai Kepala Tentara Pembebasan China (PLA).

Pemimpin negara berusia 69 tahun tersebut juga dirumorkan menjadi tahanan rumah.

Namun sejauh ini belum ada informasi resmi terkait kabar kudeta terhadap Xi Jinping ini.

Informasi soal kabar kudeta terhadap Xi Jinping ini banyak bermunculan di Twitter pada Minggu (25/9/2022).

Ada warganet yang menyebut kalau Xi Jinping menjadi tahanan rumah.

Namun ada pula yang menyebut adanya kudeta militer.

Sementara itu sejumlah kendaraan perang disebutkan mulai bergerak ke Beijing.

“Kendaraan militer #PLA mulai bergerak ke #Beijing pada 22 September. Dimulai dari Huanlai di dekat Beijing dan berakhir Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh arak-arakan sepanjang 80km. Sementara itu, rumor mengatakan bahwa #XiJinping ditahan setelah senior #PKC memecatya sebagai kepala PLA,” cuit Jennifer Zheng dikutip Tribunnews.com yang mengutip pemberitaan dari NDTV.

Penulis Gordon G Chang juga mencuitkan mengenai kemungkinan terjadinya kudeta terhadap Xi Jinping, disertai sebuah video.

“Video kendaraan militer yang pindah ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang, dan pemenjaraan pejabat senior,” cuitnya.

“Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam Partai Komunis China. China Tidak stabil,” tambahnya.

Selain itu, juga banyak laporan yang tak bisa diverifikasi mengenai tak adanya pesawat komersial yang terbang di atas Beijing.

Namun sejumlah pakar China mengklaim belum ada tanda-tanda terjadinya kudeta di luar komentar di media sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved