Berita Jogja Hari Ini

Pihak SMKN 2 Yogyakarta Berharap Semua Selesai Agar Pelaku Pendidikan Nyaman

Guru dan karyawan juga tidak tahu siapa orang tua yang melaporkan. Sehingga? menjadi hal yang tidak masuk akal kok ada guru yang menyindir siswa.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak SMKN 2 Yogyakarta buka suara terkait beberapa kasus yang menimpanya.

Diketahui, muncul dugaan pungutan  yang dilaporkan oleh orang tua atau wali murid ke Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY.

Juga, muncul isu dugaan oknum guru menyindir murid yang mempermasalahkan sumbangan untuk sekolah dan meminta murid itu untuk keluar jika tidak terima diminta menyumbang.

Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro mengatakan pihak sekolah tidak tahu terkait kasus sindiran tersebut benar atau tidak.

Baca juga: Bupati Sleman Kampanyekan Borong Bareng Saat Gelar Produk UMKM di Minggir

“Kami juga tidak tahu siapa orang tua yang melaporkan SMKN 2 Yogyakarta ke ORI DIY. Kami tidak tahu dan tidak akan mencari tahu siapa orang itu apakah benar orang tua siswa kami atau hanya mengaku orang tua siswa SMKN 2 Yogyakarta,” terang Dodot kepada Tribun Jogja, Jumat (23/9/2022).

Dia menjelaskan pihaknya hanya fokus untuk melaksanakan ketugasan sebagai pendidik yakni mencerdaskan anak bangsa dan terutama karakter serta soft skill sebagai modal siswa ketika lulus.

“Jadi terkait berita tersebut, bisa dipastikan, guru dan karyawan juga tidak tahu siapa orangtua yang melaporkan. Sehingga? menjadi hal yang tidak masuk akal kok ada guru yang menyindir siswa,” katanya.

Menurutnya, karena guru tidak tahu siapa yang melapor ke ORI DIY, maka bagaimana bisa guru tahu kalau di kelasnya ada siswa yang orangtuanya sudah membuat laporan ke ORI DIY.

“Kalau semisal memang itu terjadi, sekali lagi kalau memang ada, alangkah lebih bijaknya orangtua tersebut berkoordinasi dengan sekolah. Sejak awal, mereka, orang tua sudah sepakat menyerahkan pendidikan putra-putrii ke sekolah kami, tidak sedikit-sedikit lapor ke ORI DIY,” tegasnya.

“Kasihan bapak-bapak yang ada di ORI DIY kalau hal-hal kecil saja mesti dilaporkan,” tambah Dodot lagi.

Ia menganggap selama dugaan pungli itu tidak disampaikan atau dilaporkan langsung ke pihak sekolah, maka sekolah anggap itu hanya hoax dan bisa jadi fitnah.

Baca juga: ORI DIY Segera Tindak Lanjuti Dugaan Pungutan di Sekolah Negeri Minggu Depan

Menanggapi rencana ORI DIY yang akan segera menindaklanjutinya,  Dodot menilai itu adalah langkah yang tepat.

Dia berharap, duri-duri pendidikan di Yogyakarta bisa segera selesai.

“Tidak hanya selesai, tapi hilang, agar pelaku pendidikan di Yogyakarta bisa nyaman. Sekaligus bisa mensukseskan visi pendidikan Yogyakarta yang terkemuka di Asia tenggara pada 2025,” tutupnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved