Berita Jogja Hari Ini

Ada 18 Sekolah di DI Yogyakarta Dilaporkan ke ORI Perwakilan DIY Atas Dugaan Pungutan

Belasan sekolah di DI Yogyakarta (DIY) dilaporkan ke lembaga Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY oleh masyarakat terkait adanya dugaan pungutan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik.com
ilustrasi amplop 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belasan sekolah di DI Yogyakarta (DIY) dilaporkan ke lembaga Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY oleh masyarakat terkait adanya dugaan pungutan uang wali murid.

Asisten ORI perwakilan DIY Muhammad Rifki mencatat, setidaknya ada 18 sekolah yang telah dilaporkan masyarakat ke lembaga pengawas layanan publik itu.

"Ada 18 laporan yang kami terima. Itu kurun waktu Juni sampai September 2022," katanya, dihubungi Jumat (23/9/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: Angin Kencang Amuk Prambanan Klaten, Joglo Roboh, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Dia menjelaskan, 18 sekolah yang dilaporkan karena adanya pungutan itu terdiri dari dua sekolah dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), delapan merupakan sekolah mengah pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs), kemudian delapan sisanya dari sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun Madrasah Aliyah (MA).

Dari 18 sekolah yang diduga mengadakan pungutan uang terhadap wali murid, rata-rata adalah sekolah negeri.

"Paling banyak sekolah negeri. Swasta hanya satu, dua saja," terang dia.

Semua laporan dugaan pungli di sekolah itu kini masih dalam pengawasan dan penyelidikan dari ORI DIY.

Paling banyak, laporan itu disampaikan oleh orang tua murid secara langsung.

Meski tidak dipungkiri beberapa lembaga swadaya masyarakat juga turut melaporkan mengenai dugaan pungutan tersebut.

"Terbanyak laporan dari orang tua. Meski ada juga dari LSM. Ya, substansinya dugaan pungutan," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved