Terancam Pidana Hingga Denda, Catat Ini Sanksi Pelanggaran UU Pelindungan Data Pribadi

Setiap orang yang dengan sengaja memperoleh atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya pidana penjara maksimal 5 tahun

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto
DPR mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023 yang berlangsung di ruang rapat Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022) 

Tribunjogja.com - Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi yang baru saja disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Rapat Paripurna kelima Masa Persidangan I tahun sidang 2022-2023, Selasa (20/9/3022).

Dengan hadirnya undang-undang ini, kebocoran hingga penyalahgunaan data pribadi diharapkan bisa dicegah.

Data pribadi yang masuk dalam UU Perlindungan Data Pribadi meliputi data yang bersifat spesifik, lalu data yang bersifat umum.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Data pribadi yang bersifat spesifik meliputi:

-data dan informasi kesehatan

-data biometrik

-data genetika

-catatan kejahatan

-data anak

-data keuangan pribadi

-dan/atau data lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara, data pribadi yang bersifat umum berupa:

-nama lengkap

-jenis kelamin

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved