Kuliner Jogja

KULINER JOGJA: Gurih Pedas Manis Gudeg Gongso Bu Tini Legendaris di Pasar Kranggan

Gudeg Gongso Bu Tini merupakan satu di antara gudeg legendaris yang berada di Kota Yogyakarta.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Rukmana
Nur Adma Wanti (38) penerus generasi kedua Gudeg Gongso Bu Tini, sedang menyajikan produknya kepada konsumen di lantai dasar Pasar Kranggan, tepat Jalan Poncowinatan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM,  YOGYA - Gudeg Gongso Bu Tini merupakan satu di antara gudeg legendaris yang berada di Kota Yogyakarta.

Pasalnya kuliner itu, telah berdiri sejak 1982.

Dalam sajiannya, gudeg itu memiliki berbagai macam lauk. Mulai dari tempe, tahu, telur, hingga daging ayam kampung.

Namun, belum lengkap rasanya jika gudeg tersebut tidak dipadukan bersama sambal goreng krecek dan areh atau kuah santan kental.

Baca juga: BAF Serahkan 30 Ribu Bibit Tanaman untuk 6 Kota, Wujud Kepedulian Jaga Lingkungan Hidup

Agar terasa lebih kenyang di perut, gudeg itu pun biasanya disajikan bersama nasi atau bubur.

Maka dari itu, gudeg tersebut memiliki kombinasi rasa pedas, gurih dan manis yang pas.

Nur Adma Wanti (38) penerus generasi kedua Gudeg Gongso Bu Tini, memberitahu sumber rasa yang berbeda dari produk tersebut.

"Untuk rasa pedasnya berasal dari sambal goreng krecek dan untuk rasa gurihnya berasal dari kuah areh. Sedangkan, untuk rasa manis gudeg berasal dari nangka muda yang telah diberi berbagai macam bumbu dapur," katanya kepada Tribunjogja.com, Selasa (20/9/2022).

Kuliner itu pun bisa di bandrol dengan kisaran Rp8.000-Rp45.000 per porsi.

Harga itu tergantung dengan lauk yang dipilih oleh konsumen.

Dalam sehari, Wanti bisa menjual 150 porsi.

Konsumennya tidak hanya dari Kota Yogyakarta saja, banyak pula di antaranya berasal dari Jabodetabek, Solo hingga Semarang.

"Kalau pesanan untuk ke luar kota, biasanya saya kirim. Dan biar tidak basi ketika sampai di lokasi, produk itu saya bungkus secara terpisah," imbuhnya.

Oleh karena itu, setiap pukul 03.00 WIB, Wanti dibantu oleh suami dan satu orang tenaga kerjanya dalam memasak gudeg tersebut.

Baca juga: Status Pandemi Dikabarkan Akan Berakhir, Dinkes Kota Magelang Tunggu Imbauan dari Pusat

Kuliner itu dapat dijumpai di dua lokasi yang berbeda.

Untuk lokasi pertama, berada di lantai dasar Pasar Kranggan, tepat Jalan Poncowinatan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta atau berjarak satu kilometer dari Tugu Pal Putih Yogyakarta, dengan waktu operasional pukul 06.00-11.00 WIB.

Sementara itu, lokasi kedua berada di pinggir Jalan Bumijo Lor, Kelurahan Bumijo, Kapanewon Jetis atau berjarak 750 meter dari Tugu Pal Putih Yogyakarta, dengan waktu operasional pukul 05.30-13.00 WIB. (Nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved