Uji Coba Subsidi Tepat, Pertamina Batasi Pembelian Pertalite 120 Liter Per Hari

Pertamina tengah melakukan uji coba sistem subsidi tepat. Tujuannya agar pemanfaatan BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar tepat sasaran. 

ist
Logo Pertamina 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina tengah melakukan uji coba sistem subsidi tepat. Tujuannya agar pemanfaatan BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar tepat sasaran. 

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan Pertamina sudah melakukan uji coba pengendalian volume pembelian sejak awal September 2022. 

Baca juga: Jawaban Dinas Pendidikan Sleman Soal SMPN 1 Berbah yang Belum Punya Fasilitas untuk Kebutuhan Khusus

"Kami sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur. Pengendalian volume BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar untuk kendaraan roda empat keatas. Uji coba pengendalian pembelian pertalite bersifat sementara untuk uji coba sistem subsiditepat," katanya, Senin (19/09/2022). 

Ia menerangkan bagi masyarakat yang belum memiliki QR code tetap bisa membeli BBM subsidi tersebut.

Hanya saja pihak SPBU akan melakukan pencatatan nomor polisi. 

Dalam upaya pengendalian pembelian BBM subsidi tersebut, pihaknya membatasi pembelian maksimal Pertalite sebanyak 120 liter per hari. 

"Itu masih angka sementara sebagai default di sistem, akan kita sesuaikan nanti dengan ketentuan dan kuota BBM Subsidi yang tersisa. Sementara untuk solar sudah ada ketentuan dari BPH Migas batas maksimal volume pengisian," terangnya. 

Baca juga: Hingga September 2022, Tercatat 3 Orang Meninggal Dunia Setelah Tersengat Listrik di Kulon Progo

Sementara bagi kendaraan yang sudah terdaftar di subsiditepat MyPertamina cukup menunjukkan QR Code saat bertransaksi. Pihak SPBU tidak melakukan pencatatan nomor polisi kendaraan. 

"Kendaraan yang sudah mencapai batas volume pembelian BBM per hari, secara otomatis sistem tidak akan dapat mengisi kembali. Secara sistem pompa akan lock, sehingga pompa tidak bisa mengisi lagi di atas itu," lanjutnya. 

Sedangkan untuk pembatasan penggunaan BBM bersubsidi berdasarkan jenis kendaraan, Pertamina masih menunggu revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved