Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupari Halim Berharap, Pasar Malam Sekaten Angkat Ekonomi Masyarakat Bantul

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih beserta Anggota DPR RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas membuka Pasar Rakyat Jogja Gumregah ini di ex-Kampus Stiekers.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berbincang akrab dengan Anggota DPD RI asal DIY, GKR Hemas, saat pembukaan Pasar Rakyat Jogja Gumregah, Minggu (18/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih beserta Anggota DPR RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas membuka Pasar Rakyat Jogja Gumregah ini, yakni di ex-Kampus STIE Kerjasama, jalan Parangtritis, Bangunharjo, Sewon.

Baca juga: Bupati Halim Dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bantul

Baca juga: Bupati Halim Terus Dorong KEK Bantul Tuntaskan Ekosistem Ekonomi Kreatif

Seremoni pembukaan dimeriahkan kirab Bregada Rakyat Paku Wojo dan gunungan bakpia.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, karena Pasar Rakyat yang diselenggarakan untuk nostalgia Pasar Malam Sekaten ini diselenggarakan di wilayah Kabupaten Bantul," ucap Bupati Abdul Halim.

Halim menyampaikan harapannya, agar pasar rakyat ini dapat meningkatkan perekonomian dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi UMKM. Bupati Halim pun mengajak masyarakat untuk bernostalgia di pasar malam ini.

sekaten halim
Suasana Jogja Gumregah ini, yakni di ex-Kampus STIE Kerjasama, jalan Parangtritis, Bangunharjo, Sewon.

“Ayo kita kunjungi dan ramaikan pasar rakyat yang akan berlangsung hingga 16 Oktober mendatang,” lanjut Bupati Bantul.

Bagi warga Yogyakarta, acara pasar malam ini menjadi obat rindu masyarakat atas pasar malam, yang biasanya diadakan menjelang Maulid Nabi Muhammad. Apalagi pasar malam Sekaten ini terakhir diadakan 5 tahun lalu.

Meski kini tidak lagi diselenggarakan di Alun-Alun Utara, eforia masyarakat tampak tinggi pada pembukaan Pasar Rakyat Jogja Gumregah, Minggu (18/9/2022).

Pada Pasar Rakyat Jogja Gumregah ini ada lebih 250 stan UMKM yang menjual aneka kuliner, kerajinan, hingga mebel. Tak ketinggalan stand ‘awul-awul.’ Ada pula aneka wahana bermain khas sekaten, yaitu "kurungan manuk" (bianglala), kora-kora, tong stand hingga rumah hantu. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved