Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Terus Dorong KEK Bantul Tuntaskan Ekosistem Ekonomi Kreatif

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kembali menegaskan keseriusannya untuk mewujudkan Bantul masuk Jejaring Kota Kreatif Dunia.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kembali menegaskan keseriusannya untuk mewujudkan Bantul masuk Jejaring Kota Kreatif Dunia.

Baca juga: Bupati Halim Ekosistem Ekonomi Kreatif di Bantul Harus Dikuatkan

Baca juga: Bupati Abdul Halim: Ekosistem Ekonomi Kreatif Harus Dirapikan

Beberapa waktu lalu, Bupati Bantul ini terus melakukan rapat koordinasi dalam rangka pemantapan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Bantul untuk menuntaskan pembuatan ekosistem ekonomi kreatif Bantul.

“Penciptaan ekosistem ekonomi kreatif ini sebagai dasar kita untuk mendaftarkan ke PBB melalui UNESCO Jejaring Kota-kota Kreatif Dunia. Sering saya sampaikan, dengan masuk UNESCO Jejaring Kota Kreatif Dunia (UCCN), manfaatnya kita semakin luas pemasarannya, karena dipercaya oleh PBB. Produk kita semakin diterima oleh dunia,” ujar Abdul Halim Muslih kepada Tribunjogja.com, Kamis (15/9/2022).

Dengan begitu, lanjut Abdul Halim, harapannya investasi produk kreatif Kabupaten Bantul akan bertambah, investasi pun naik. “Jumlah produksi otomasti meningkat, yang ujung-ujungnya ya kesejahteraan masyarakat,” kata Halim.

Orang nomor satu di Kabupaten Bantul itu mengakui, guna masuk UCCN butuh perjuangan yang tak mudah. Tapi, politikus PKB itu optimistis kerja keras Pemkab bersama KEK juga elemen-elemen industri kreatif di Bantul, bisa terwujud.

“Tidak mudah memang bisa masuk Jejaring Kota Kreatif Dunia. Seperti masuk dalam lubang jarum, kan karena di dunia banyak kota yang lolos sebagai Kota kreatif dunia itu enggak banyak. Nah, kita memberanikan diri, mengajukan diri, karena di tingkat nasional Bantul itu unggul, sudah menang nilai produksi ekonomi kreatifnya. Tiga triliun per tahun rata-rata dari industri kreatif kita. Itu besar lho, nggak ada kabupaten kota dapat angka itu,” jelasnya.

“Kita terus dorong KEK segera tuntaskan ekosistemnya. Sebab, syaratnya kan banyak sekali untuk bisa lolos ke PBB, UCCN. Semuanya harus distandarisasi secara internasional,” sambung Bupati Abdul Halim Muslih. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved