UGM Tanggapi Aksi Massa yang Bakar Jas Almamater Kampus saat Demo BBM: Tidak Relevan

UGM tidak akan terpancing dan menganggap kampus tak memiliki sangkut paut dengan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah itu.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) menanggapi aksi masa demonstrasi yang melakukan pembakaran jas almamater saat unjuk rasa tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gedung Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kamis (15/9/2022) lalu

Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito, mengikuti aksi demonstrasi berkaitan dengan penolakan kenaikan harga BBM merupakan hak mahasiswa.

Hak kebebasan berpendapat tersebut tidak boleh dilarang.

Akan tetapi, ia menilai, ketika ada demo kenaikan BBM dan mendadak ada orang yang membakar jas almamater, maka aksi pembakaran itu tidak jadi relevan di tengah isu yang lagi dibicarakan.

“Kalau pembakaran ini, yang disasar siapa ya jadinya? Jaket ini kan bagian dari atributnya UGM. Kalau kemudian itu digeser (dengan aksi pembakaran), kan jadi tidak relevan,” terangnya kepada awak media, Sabtu (17/9/2022).

Dengan adanya pembakaran almamater tersebut, kata dia, UGM tidak akan terpancing dan menganggap kampus tak memiliki sangkut paut dengan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah itu.

Dia menegaskan sekali lagi, pembakaran jas jas almamater itu malah disebut telah menggeser artikulasi terkait dengan isu yang tengah diperjuangkan.

Sedangkan, pada saat itu, aksi demo penolakan kenaikan harga BBM lah yang menjadi pokok persoalan.

“Kami tidak terpancing. Kebijakan itu di tingkat nasional, bukan tingkat kampus,” terangnya.

Ia menambahkan, aksi itu bisa menjadi proses pembelajaran semua pihak, tidak terkecuali mahasiswa.

“Mahasiswa itu kan sudah besar. Mereka tahu apa yang dilakukan dan bisa dinilai publik,” tukasnya.

Sebelumnya, ada seseorang yang secara simbolis membakar jas almamater Universitas Gadjah Mada (UGM) pada aksi demonstrasi di depan Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kamis (15/9/2022) sore.

Hal itu dilakukan bentuk kekecewaan massa sikap kampus selama ini menanggapi kebijakan pemerintah. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved