Akhir Pandemi Covid-19 di Depan Mata, WHO Siapkan 6 Kebijakan Ini

Demi segera mengakhiri Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia, WHO pun menyiapkan enam kebijakan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi Pandemi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut bahwa akhir dari Pandemi Covid-19 sudah di depan mata.

Hal tersebut disampaikan langsung Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

Demi segera mengakhiri Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia, WHO pun menyiapkan enam kebijakan.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Mohammad Syahril, enam kebijakan tersebut disiapkan WHO dan diharap bisa segera diterapkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"WHO mengatakan sudah ada tanda-tanda pandemi segera berakhir dan sudah di depan mata. Kebijakan ini menjadi panduan seluruh dunia untuk bisa mempertahankannya," kata Mohammad Syahril dalam konferensi pers secara daring, Jumat (15/9/2022).

Pertama, terkait cakupan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan yang harus mencapai 100 persen.

Sedangkan pada kelompok lanjut usia atau lansia minimal harus memenuhi 97 persen.

Berdasarkan data terbaru cakupan vaksinasi hingga Jumat (15/9/2022) hari ini, cakupan dosis pertama mencapai 203,92 juta peserta atau 86,90 persen. Untuk cakupan dosis kedua 170,55 juta peserta atau 72,68 persen dan dosis ketiga atau booster mencapai 62.080.191 peserta atau 26,45 persen dari total keseluruhan sasaran 234,66 juta orang.

"Booster pertama ini sudah ada tiga daerah provinsi, yakni Bali, DKI Jakarta dan Riau yang sudah di atas 50 persen. Sedangkan lainnya antara 30-50 persen itu ada delapan provinsi dan selebihnya masih di bawah 30 persen," tuturnya.

Dalam kebijakannya, WHO juga meminta untuk terus mengaktifkan pelacakan kasus melalui testing dan sekuensing.

Termasuk, untuk gangguan respiratori lainnya seperti influenza.

Kemudian, seluruh negara juga dituntut memiliki kesiapan sistem kesehatan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah memberikan pelayanan pada pasien dan mengintegrasikan pelayanan Covid-19 dengan sistem pelayanan kesehatan primer di tingkat puskesmas maupun klinik.

"Semua itu untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan perawatan saat terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19," ujar Syahril.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved